Presiden Jokowi Dukung Penuh Tim Pencari Fakta Penyataan Freddy Budiman

8l9y9ntf

Jurnalteman.com – Mabes Polri akhirnya menunda sementara laporan terhadap Haris Azhar atas dugaan pencemaran nama baik Polri akan fokus mendalami dugaan aparat penegak hukum yang menerima suap dari terpidana mati Freddy budiman telusuri pernyataan Freddy Polri bersama sejumlah pakar membentuk tim pencari fakta gabungan presiden Joko Widodo merespons baik adanya tim ini

“Semakin ada banyak pakar yang punya kemampuan untuk mengungkap itu silahkan masuk dalam tim yang sudah di bentuk tapi ingat peristiwa ini sudah lamakan dari 2012 kenapa tidak di ungkap dulu-dulu” ujar Joko Widodo presiden RI

Tim gabungan pencari fakta akan bekerja untuk mengusut tuduhan adanya oknum pejabat Polri yang ikut andil dengan gembong narkoba Freddy budiman tim yang di pimpin oleh komjen dwi friatno akan mulai bekerja pekan depan selain irwasum dan unsur Polri lainnya Effendy gazali, fungky indarti serta hendardi juga tergabung dalam tim pencari fakta

“Tim ini nanti tentu saja akan menjadi semacam jembatan sebetulnya antara institusi Polri dengan masyarakat sendiri dengan publik yang berkaitan dengan tuntutan-tuntutan publik sejauh ini tentang adanya pembersihan aparat atau pembersihan oknum” ujar Hendardi Tim Gabungan Pencari Fakta

Penelusuran awal akan dilakukan selama 3 bulan dalam waktu dekat tim akan menemui adik Freddy budiman tim juga akan mengunjungi lapas nusakambangan Cilacap Jawa tengah

“Yang kita harapkan dengan adanya pihak eksternal ini untuk meyakinkan bahwa investigasi ini kita lakukan terutama untuk menelusuri yang katanya informasi ada pejabat polisi yang menerima uang sebanyak 90 miliar dari Freddy budiman” ujar Toto Karnavian Kapolri

Penundaan sementara kasus pencemaran nama baik terhadap Haris ini di hentikan untuk memberikan kesempatan kepada tim untuk menginvestigasi dugaan aliran dana dari gembong narkoba Freddy budiman ke oknum pejabat polisi Haris Azhar di laporkan ke polisi terkait tulisannya yang berisikan pengakuan Freddy budiman ia di duga telah mencemarkan nama baik BNN, Polri dan TNI Haris juga telah di duga telah melanggar undang-undang informasi dan transaksi elektronik