JURNALTEMAN | Korban Banjir Bandang Kalau Ketemu Pak Jokowi Mau Minta Rumah

JURNALTEMAN | Korban Banjir Bandang Kalau Ketemu Pak Jokowi Mau Minta RumahJURNALTEMAN | Korban Banjir Bandang Kalau Ketemu Pak Jokowi Mau Minta Rumah

JURNALTEMAN | Korban Banjir Bandang Kalau Ketemu Pak Jokowi Mau Minta Rumah, GARUT – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan menyambangi ke Kabupaten Garut pada Senin 26 September untuk meninjau lokasi banjir bandang. Lantas, bagaimana tanggapan dan harapan para pengungsi korban banjir soal rencana kedatangan sang Presiden?

Ade Yati (23), salah seorang pengungsi, mengaku ingin menyampaikan sesuatu pada Jokowi jika menemuinya di lokasi pengungsian, dimana dirinya sangat menginginkan tempat tinggal.

Sebab, kini ia sudah tidak punya lagi tempat tinggal setelah rumahnya tersapu banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cimanuk.

“Saya mau punya tempat tinggal lagi,” ucap Ade saat ditemui di posko pengungsian Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (25/9/2016).

JURNALTEMAN | Korban Banjir Bandang Kalau Ketemu Pak Jokowi Mau Minta RumahJURNALTEMAN | Korban Banjir Bandang Kalau Ketemu Pak Jokowi Mau Minta Rumah

Perempuan yang sedang hamil lima bulan itu mengaku sejak Selasa 20 September, ia sudah berada di pengungsian. Begitu banjir menyergap kawasan sekitar tempat tinggalnya, Ade bersama suami dan anak pertamanya langsung mengungsi.

Tak lama setelah mengungsi, banjir datang dengan lebih besar dan menyapu rumahnya. Seluruh harta bendanya ludes. Ia pun harus tinggal di pengungsian hingga waktu yang tidak ditentukan.

Ade mengaku tidak nyaman berada di pengungsian. Sebab ia harus tidur tanpa kasur, udara pengap, panas, serta berdesak-desakan dengan pengungsi lain. Apalagi ia dalam kondisi hamil.

“Badan saya pegal-pegal sudah beberapa hari ini, sakit-sakit ini,” ucapnya.

Meski begitu, ia memilih bertahan di pengungsian karena tidak tahu harus tinggal di mana. Sebab ia sudah tak punya harta benda. Yang ia miliki saat ini hanya suami, anak pertama, serta calon anak kedua yang masih di dalam perutnya.

“Kalau Pak Jokowi ke sini, mau minta rumah. Di mana saja boleh, yang penting kami bisa punya tempat tinggal,” ucapnya.

Jika ternyata keinginannya tidak bisa diwujudkan Jokowi, ia berharap bisa mendapatkan uang untuk mengontrak. “Kalau ketemu (Presiden Jokowi) mah, mau minta uang lagi buat bekal sebelum semuanya kembali normal,” tuturnya.

Sementara selama di pengungsian, Ade mengaku sulit mendapatkan air bersih untuk mandi dan kebutuhan lainnya. Makanan pun sering terlambat. Tapi kondisi saat ini mau tak mau memaksa Ade bertahan di pengungsian.