Ngeri Gan! Mahluk campuran tikus dan manusia sudah tercipta

Para ilmuwan di University of Buffalo dan Roswell Park Cancer Institute menciptakan chimera Mahluk campuran tikus dan manusia dengan jumlah sel manusia terbanyak sepanjang sejarah.

Chimera adalah makhluk yang dibuat dari gabungan dua genetik berbeda, dalam kasus ini adalah sel tikus dan stem cell manusia. Percobaan ini telah dimuat dalam jurnal Science Advances.

Percobaan ini dimulai dari para ilmuwan menyuntikkan stem cell manusia pada embrio tikus yang tengah berkembang.

Jumlah ini tergolong sangat banyak, karena sel antara manusia dan hewan tidak selalu cocok ketika digabungkan. Dari segi fisik, bentuk chimera tersebut masih seperti tikus pada umumnya.

“Sejauh ini belum ada yang bisa menghasilkan stem cell manusia dari embrio tikus. Percobaan ini memungkinkan kita untuk membuat organ manusia pada hewan di kemudian hari,” tutur para peneliti seperti dilansir dari Popular Mechanics, Rabu (20/5/2020).

Dalam percobaan tersebut, para ilmuwan harus mengembalikan stem cell manusia dalam tahap naïve (baru dibentuk). Untuk melakukan hal itu, mereka harus menghambat pertumbuhan protein dalam rentang waktu tiga jam sehingga bisa “dirakit” kembali menjadi bentuk jaringan baru yang diinginkan.

Langkah selanjutnya, stem cell berusia muda ini disuntikkan ke dalam embrio tikus dan membiarkannya berkembang dalam waktu dua minggu.

Sel manusia ditemukan dalam hati, otak, mata, jantung, darah, dan tulang sumsum chimera tersebut. Namun, tidak ada sel manusia ditemukan dalam sistem reproduksi chimera seperti pada sel telur atau sperma.

Percobaan Mahluk campuran tikus dan manusia pertama dilakukan pada 1984, yaitu ketika ilmuwan menciptakan chimera kombinasi antara kambing dan domba dengan cara menyatukan sel embrio dari masing-masing hewan. Chimera tersebut bertahan hidup hingga tua.

Desember 2019, para ilmuwan China menciptakan dua ekor chimera gabungan monyet dan babi. Namun, hewan tersebut hanya bertahan hidup satu minggu lamanya.

Percobaan chimera, untuk apapun tujuannya, menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Jika sel pada hewan bisa menyatu dengan apik dengan stem cell manusia, bukannya tak mungkin di kemudian hari kita bisa menyaksikan organ manusia ditanam pada tubuh hewan. Ini menjadi potensi untuk mempersingkat antrean transplantasi organ manusia.

Oleh karena kasus chimera tikus-manusia ini memiliki jumlah sel manusia tertinggi pada hewan, percobaan ini merupakan loncatan besar dalam dunia medis.

Jangan lupa daftarkan diri anda

Agen Poker Resmi Terpercaya TemanPoker99 dengan Bonus TO mingguan 0,5%, Referal 20% Yuk Segera bergabung dengan Kami WA +85598249564

3 dentuman misterius di Jabodetabek

Jurnal Teman

Akhir-akhir ini, suara 3 dentuman misterius di Jabodetabek atau  beberapa wilayah Indonesia. Warga yang mendengarnya mengatakan bahwa suara misterius itu mirip dengan gemuruh petir, ada juga yang menyebut seperti longsoran tanah yang terjadi berkali-kali.

Pagi tadi, Kamis (21/5), sekitar pukul 09.30, warga Bandung dikejutkan dengan suara dentuman misterius yang berasal dari langit. Sejumlah warga yang tinggal di Buah Batu, Arcamanik, Cimahi, Pasir Koja, hingga Kabupaten Bandung juga mendengar suara dentuman tersebut.

Dalam rentang waktu kurang dari enam bulan, tercatat sudah tiga kali dentuman misterius terjadi di Indonesia, dan semuanya masih menjadi misteri. Di mana saja lokasinya? Berikut ini tiga wilayah yang pernah terjadi dentuman misterius dari langit.

Dini hari warga Jakarta, Depok, Bogor, hingga Bekasi terusik oleh suara dentuman. Rentetan gemuruh terdengar sejak Sabtu (11/4) pukul 01.30 dini hari, berlangsung selama dua jam di sebagian wilayah Jabodetabek. Bahkan, hingga pukul 06.00 WIB, suara dentuman masih terdengar samar dan terdengar kembali pukul 11.00 WIB. Namun, jawaban penyebab suara dentuman itu tak kunjung datang.

Dentuman menghasilkan getaran yang dirasakan sebagian warga. Awalnya Gunung Anak Krakatau “dituduh” sebagai sumber getaran karena meletus beberapa jam sebelumnya, tepatnya Jumat (10/4) pukul 22.35 WIB dan baru berhenti 03.00 WIB.

Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas di Gunung Anak Krakatau bersifat strombolian atau ringan. Begitupun dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan tidak ada petir ataupun gempa saat suara dentuman berlangsung. Analisis dengan ragam hipotesis berseliweran, dan lagi-lagi tak memberi jawaban pasti.

Tepat sebulan kemudian, pada Senin (11/5) dini hari, giliran warga Jawa Tengah yang mendengar suara dentuman misterius dari langit. Suara dentuman dilaporkan terdengar di beberapa wilayah Jateng terutama Solo dan Semarang. Dentuman juga terdengar di beberapa wilayah lain, seperti Sragen, Boyolali, Grobogan, hingga Kendal.

Berdasarkan keterangan BMKG, tidak ada aktivitas petir besar di wilayah suara dentuman. Begitupun dengan aktivitas seismik yang juga tidak terdeteksi. Beberapa spekulasi kemudian berkembang tentang penyebab munculnya dentuman suara, salah satunya mengaitkan dengan fenomena asteroid yang mendekati Bumi akhir-akhir ini.

Namun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mematahkan kabar yang beredar. Kepala LAPAN, . Thomas Djamaluddin mengatakan, tidak ada informasi soal asteroid yang mendekati Bumi saat peristiwa itu terjadi.

Kamis (21/5), sekitar pukul 09.30 WIB, warga Bandung Raya dikejutkan dengan suara dentuman dari langit yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Peristiwa itu kemudian ramai dibicarakan di media sosial Twitter. Tak sedikit yang mengunggah video yang memperlihatkan bagaimana suara dentuman itu terdengar dengan jelas.

Menurut Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, tidak ada kejadian gempa bumi dalam rentang waktu pukul 00.00 WIB hingga 10.00 WIB. 3 dentuman misterius selain itu, kondisi cuaca sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB cerah dan berawan tidak terjadi hujan. Tidak pula ada kejadian petir dalam rentang waktu pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Hingga saat ini, BMKG masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap dari mana asal suara dentuman tersebut.