Cara menghadapi kekasih yang dominan dalam hubungan Anda

Cara menghadapi kekasih yang dominan dalam hubungan Anda

Punya kekasih yang suka mengontrol dan lebih mendominasi hubungan memang bikin frustasi. Ini Cara Menghadapi Kekasih yang Terlalu Dominan dalam Hubungan!

Punya kekasih yang suka mengontrol dan lebih mendominasi hubungan memang bisa membuat frustasi. Namun seringkali Anda tak bisa berbuat banyak karena diliputi rasa cinta yang dalam dan takut akan kehilangan jika mencoba membantahnya.

Namun menjalani hubungan yang ‘berat sebelah’, dimana satu pihak lebih dominan sementara pihak satunya hanya jadi penurut tidaklah sehat. Salah satu pihak bisa merasa terbebani dan tertekan secara batin. Hubungan asmara yang didasari dengan dominasi mungkin akan awet, tapi gagal menuju tahap yang lebih dewasa untuk merasakan cinta dan romansa yang sebenarnya.

Ini dia beberapa cara untuk menghadapi kekasih yang lebih dominan, seperti dikutip dari Times of India.

1. Harus Jelas dan Tegas!

Sang pacar harus tahu kalau Anda tidak menyukai sifatnya yang bossy. Kebanyakan orang yang suka mengontrol biasanya akan lebih merespon lawan bicaranya yang berani melawan atau menentang, meskipun belum tentu dia bersedia menerima perbedaan pendapat. Namun setidaknya, dia bisa ‘mendengar’ Anda dan mewujudkan komunikasi dua arah dibandingkan jika Anda hanya diam dan jadi penurut.

2. Jangan Terus Menuruti Kemauannya

Agar kekasih berhenti mengontrol, Anda juga harus berhenti menuruti apapun yang dia ingin Anda lakukan. Katakan padanya bahwa ada beberapa hal yang bisa dan harus Anda putuskan sendiri tanpa perlu diatur-atur olehnya. Sekali Anda membiarkan pasangan mengatur seluruh aspek kehidupan pribadi Anda, secara otomatis dia akan mulai mengontrol setiap gerak langkah Anda.

3. Jalani Hubungan yang Timbal Balik

Biasakan untuk saling memberi dan menerima dalam menjalani hubungan. Saat dia memberi saran tentang sesuatu, jangan ragu untuk balas menyatakan saran Anda ketika dia membutuhkan. Tak perlu sungkan juga mengritik tindakan si dia yang tidak Anda suka, begitu pun sebaliknya. Ciptakan komunikasi yang dua arah. Terima dan dengarkan setiap kali dia memberi komentar atau memrotes perilaku Anda tapi pastikan juga dia menerima argumen Anda jika pendapatnya itu tidak sejalan.