Internasional, Jurnal Harian

Saat yang Mengharukan Ketika Seorang Ayah Mencium Keempat Anaknya Melalui Pagar Satu Tahun Setelah Mereka Terpisah Karena Perang di Suriah

Seorang ayah datang ke Siprus setahun lalu dari Kota Idlib, Suriah yang ia katakan kalau rumahnya telah hancur oleh serangan udara yang menewaskan salah satu dari anak-anaknya.

Seorang imigran dengan penuh kasih sayang mencium putranya yang berusia empat tahun melalui pagar kawat setelah orang-orang yang dicintainya itu tiba di sebuah kamp pengungsi.

Ammar Hammasho, yang berasal dari Suriah, juga memegang tangan seorang putranya yang lain setelah keempat anaknya dan ibu mereka tiba di kamp di Kokkinotrimithia, Siprus.

 

Dia terpisah dari anak-anaknya saat ia melarikan diri dari negara yang dilanda perang tersebut

Ammar Hammasho dari Suriah mencium anak-anaknya yang tiba di kamp pengungsi di Siprus

Reaksi ayah yang menghangatkan hati untuk melihat anak-anaknya yang hidup dan baik-baik saja terekam oleh kamera

Hammasho datang dari Siprus setahun lalu dari Kota Idlib, Suriah yang ia katakan kalau rumahnya telah dihancurkan oleh serangan udara yang menewaskan salah satu dari anak-anaknya.

“Suriah kini semakin parah,” Hammasho mengatakan kepada The Associated Press. “Semua orang di kedua belah pihak menceritakan kebohongan mereka masing-masing.”

Sementara itu, polisi Siprus menahan seorang pria berusia 36 tahun karena diduga mengendarai satu dari dua kapal yang membawa 305 pengungsi Suriah ke pantai barat laut pulau Mediterania itu.

Seorang pria berusia 29 tahun lainnya juga ditahan karena dicurigai melakukan perdagangan manusia.

 

Jurubicara polisi Michalis Ioannou mengatakan 202 pria, 30 wanita dan 73 anak-anak tiba sekitar tengah malam dalam jumlah yang dianggap sebagai jumlah pendatang asing tanpa izin terbesar yang mencapai Siprus dalam satu hari.

Juru bicara polisi itu juga mengatakan para pendatang asing tanpa izin ini berangkat dari Mersin, Turki, pada hari Sabtu.

Sang ayah tidak pernah melihat anak-anaknya selama satu tahun

Anak-anak tiba bersama ibu mereka di sebuah kamp pengungsi di Kokkinotrimithia, di luar ibukota Nicosia

Para penumpang dilaporkan membayar sampai £ 1,670 (sekitar 28 juta Rupiah) per orang kepada penyelundup untuk perjalanan tersebut.

Beberapa orang yang memiliki kerabat di Siprus telah menyatakan keinginan untuk tetap tinggal, sementara yang lain ingin pergi ke Jerman atau Skandinavia.

Di Turki, penjaga pantai menghentikan sebuah kapal nelayan tanpa nama yang membawa 93 orang Suriah dan satu orang pendatang dari Afghanistan di lepas pantai Istanbul di Laut Hitam.

Pihak berwenang juga menangkap seorang penyelundup Turki yang diduga bersalah.

Pihak berwenang Turki juga mengumumkan bahwa kapal penjaga pantai telah mencegah dua pendaratan pendatang asing tanpa izin secara terpisah di Laut Hitam.