Jurnal Harian

“Impian Saya Adalah Menemukan Seorang Kekasih” Kata Gadis Penderita Cerebral Palsy di Tiongkok, Berusia 21 Tahun

Seorang wanita di Tiongkok berusia 21 tahun yang tak dapat meninggalkan rumah, penderita cerebral palsy telah menyentuh hati masyarakat setempat setelah mengungkapkan mimpinya untuk menemukan seorang pacar, demikian laporan media Tiongkok daratan

Liang Juan, yang didiagnosis dengan kondisi tersebut setelah kelahirannya di sebuah desa di Guizhou, telah menghabiskan seluruh hidupnya di rumah keluarganya, surat kabar Guizhou City News melaporkan.

Kelumpuhan cerebralnya – biasanya disebabkan oleh cedera otak sebelum atau selama kelahiran, yang menyebabkan hilangnya gerakan di lengan dan kaki – membuatnya tidak dapat keluar kecuali jika dibawa oleh orang tuanya.

Liang Juan dibawa ke luar rumah keluarga di Guizhou oleh ibunya. (Foto: SCMP)

Meski telah bertahun-tahun terjebak di rumah – tampaknya juga tidak bisa bersekolah karena kondisinya – ia tetap ceria menonton televisi tanpa henti, dan memiliki harapan serta impian untuk menemukan cinta, sama seperti orang lain.

Liang Juan, yang digambarkan berada di dalam rumahnya, telah memposting video dirinya menyanyikan lagu di platform media sosial dan telah menerima banyak tanda ‘suka’ dari publik. (Foto: SCMP)

“Bisakah seseorang seperti saya berhak mendapatkan cinta? Mungkinkah saya disembuhkan? ” Katanya seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Baru-baru ini dia mengatakan bahwa terobsesi dengan berselancar di dunia maya setelah memohon pada seseorang untuk membelikannya sebuah smartphone seharga 800 yuan (1,6 juta Rupiah), demikian kata Liang sesuai kutipan dalam laporan tersebut.

Sejak itu ia telah memposting video dirinya menyanyikan lagu di platform media sosial dan telah menerima banyak “suka” dari publik.

Tiongkok termasuk di antara negara dengan jumlah tertinggi penderita cerebral palsy, dengan sekitar enam juta penderita, termasuk 1,8 juta penderita berada di bawah usia 12 tahun.

Ibu Liang Juan membantunya makan di rumah keluarga. (Foto: SCMP)

Ada lebih dari 50.000 kasus baru di Tiongkok setiap tahun, demikian menurut China Welfare Fund for the Handicapped.

Kurangnya dana, serta fasilitas yang buruk dan kekurangan guru untuk penderita cerebral palsy di Tiongkok telah menyebabkan banyak orangtua penderita harus bertanggung jawab penuh atas perawatan mereka kadang-kadang bahkan setelah mereka menjadi orang dewasa.