Ayahnya Dirawat di Rumah Sakit, Anaknya Berlutut untuk Meminjam Uang dari Sanak Keluarganya, 20 Tahun Kemudian Mereka Menyesal

Di desa ada seorang anak laki-laki bernama Gia Huy, ibunya meninggal saat ia lahir, ayahnya bekerja sangat keras untuk membiayai kebutuhan mereka.

Saat Gia Huy berusia 15 tahun, saat masih di bangku SMA, tiba-tiba guru wali kelas memanggilnya.

Keperluannya adalah untuk memberitahu bahwa tetangganya baru saja menelepon dan mengatakan bahwa ayahnya mengalami kecelakaan saat memperbaiki rumah, sekarang sedang dalam keadaan darurat.

Setelah menerima informasi itu, Gia Huy segera ke rumah sakit, ayahnya masih berada di ruang gawat darurat.

Dokter memberitahu Gia Huy bahwa dia harus menyiapkan biaya rumah sakit, jika tidak, tindakan pengobatan tidak bisa dilakukan.

Gia Huy kembali ke rumah untuk membuka tabungannya, tapi hanya ada beberapa dong, itu tentu saja tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit. Dia harus berusaha untuk meminjam uang.

ILUSTRASI. (Internet)

Gia Huy lari ke semua saudaranya untuk meminjam uang. Di depan pintu sambil berlutut dia mengatakan situasi ayahnya dan bermaksud meminjam uang, sekarang belum punya uang tapi 10 tahun lagi dia akan mengembalikannya 10 kali lipat.

Mayoritas kerabatnya mengatakan bahwa mereka sendiri tidak punya uang sehingga tidak dapat meminjamkan.

Gia Huy tidak menyerah, dia berdiri untuk pergi ke rumah lain. Dia tahu bahwa mereka tidak meminjamkan uang bukan karena mereka tidak punya uang.

Namun karena mereka tahu bahwa keluarga Gia Huy terlalu miskin dan rasanya tidak akan mungkin bisa membayarnyauntuk membayarnya.

Pada akhirnya, setelah sembilan kali berlutut, hanya dua saudara yang setuju memberi pinjaman kepada Gia Huy.

Di desa, beberapa tetangga mengambil inisiatif untuk membawa uang untuk Gia Huy.

Akhirnya, nyawa ayahnya, Vuong, berhasil diselamatkan. Kesehatan Vuong berangsur-angsur stabil, tapi Gia Huy tidak mengikuti saran ayahnya, dia berhenti sekolah dan segera berupaya untuk menghasilkan uang.

Pada awalnya, gajinya hanya 3,4 juta tapi dengan jumlah itu dia mampu menghemat sampai 2,5 juta, dalam tiga tahun, dia sudah mampu melunasi semua hutangnya.

Tak terasa 20 tahun telah berlalu, suatu hari ada sebuah mobil mewah memasuki sebuah desa kecil, diparkir di depan sebuah rumah tua.

Dari dalam mobil keluar seorang pria, berpakaian elegan, rapi dan mahal, orang-orang di desa tersebut, mengenal bahwa pria itu adalah Gia Huy.

ILUSTRASI. (Internet)

Gia Huy mengetuk rumah tua tersebut, dan setelah seorang wanita tua keluar, dia langsung berkata, “Bibi, ingatkah bibi akan kata-kata yang pernah aku katakan 20 tahun yang lalu, ketika meminjam uang untuk biaya pengobatan ayah?”

Wanita tua itu hanya tertawa dan mengatakan bahwa mereka masih bersaudara, dan hanya bisa membantu sebanyak yang mereka bisa bantu, tidak berpikir banyak.

Gia Huy segera berkata, “Tidak, bukan cuma itu, aku mengatakan bahwa 10 tahun lagi aku akan mengembalikan sebanyak 10 kali lipat, dan karena sekarang sudah berlalu 20 tahun, maka aku harus mengembalikan sebesar 100 kali lipat.

Saat itu juga Gia Huy mengambil sebuah tas, dan berkata, “Ini bibi, 100 kali lipat uang yang bibi pinjamkan dulu 20 tahun yang lalu.”

Saat itu Gia Huy diberi pinjaman sebesar 10 juta, jadi sekarang Gia Huy memberi 1 miliar.

Selain itu, satu saudaranya yang lain juga menerima uang sebesar 100 kali lipat jumlah yang dipinjamkan dulu.

Tahun itu banyak tetangga juga membantu ayahnya, dia tidak melupakan siapapun, mengikuti formula lama untuk membalas setiap orang yang pernah menolongnya dulu.

Saudara kerabat yang dulu tidak memberi pinjaman kepada Gia Huy, sekarang sangat menyesal.

Mereka menyesal pada saat itu tidak memberi pinjaman untuk Gia Huy, dan bukan hanya itu saja, ternyata Gia Huy juga menyekolahkan anak-anak saudara dan tetangga di desa, dan tentu saja, keluarga dan tetangga dulu yang pernah membantunya.

Tidak perlu diceritakan, itu adalah prinsip hidup Gia Huy. Setiap hari dia berusaha bekerja keras untuk mewujudkan prinsip hidupnya sendiri.