Penjara bisa berfungsi baik atau jahat. Di satu sisi penjara dapat mencegah penjahat untuk membahayakan masyarakat.

Sementara di sisi lain, mereka bisa menjadi alat bagi pemerintah otoriter untuk menghancurkan orang-orang yang tidak bersalah, yang dianggap sebagai “musuh negara.”

Di negara-negara bebas, penjara biasanya digunakan oleh sistem peradilan pidana untuk memberlakukan undang-undang dan menghukum penjahat.

Meskipun fasilitas semacam itu diatur oleh undang-undang, dan para tahanan memiliki hak, bagaimanapun penjara adalah tempat di mana kebebasan dibatasi oleh negara. Itu bukanlah suatu hal yang menyenangkan.

©Wikimedia (L), (R)

Tetapi, segala sesuatunya mulai cenderung menjadi kejam ketika kita mulai berbicara tentang negara-negara otoriter di mana orang tidak bebas untuk bergerak dan pemerintah berada di atas hukum.

Itu adalah tempat di mana orang-orang tidak memiliki hak dan dilucuti perikemanusiannya tempat di mana penderitaan tidak mengenal akhir … mereka menjadi seperti neraka di bumi … seperti yang akan Anda lihat.

©Reddit | claudeandmaddie & ©Blogspot | unitravelers

Kami ingin menjadikan dunia tempat yang lebih baik, jadi kami harus menjelaskan kehidupan bangsal yang gelap ini.

Akhirnya, orang yang baik tidak akan berdaya melawan kejahatan yang tak terlihat ini.

Jadi, tanpa basa-basi lagi, berikut adalah lima penjara terburuk di dunia.

5. Penjara La Sabaneta, Venezuela

©YouTube Screenshot | NPR

Penjara La Sabaneta di Amerika Selatan ini dianggap sebagai salah satu penjara paling kejam di dunia.

Pada tahun 1994, sebuah baku tembak di penjara menyebabkan kematian 108 narapidana.

Tahun berikutnya, kekerasan di penjara mengakibatkan 196 kematian dan 624 tahanan luka-luka.

Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung 15.000 tahanan, saat ini sudah penuh sesak dan menampung sekitar 25.000 narapidana.

©Blogspot | unitravelers

Rata-rata, hanya ada satu penjaga untuk setiap 150 tahanan, dan narapidana dibiarkan sendiri untuk menjalankan komunitas mereka berdasarkan faktor dominan.

Mantan presiden Venezuela Hugo Chavez pernah menyebut Sabaneta “pintu gerbang ke lingkaran kelima neraka.”

4. Penjara Tadmor, Syria

©Reddit | claudeandmaddie

Penjara Militer Tadmor di Palmyra, Suriah, adalah salah satu penjara paling terkenal di dunia.

Tadmor berarti “kehancuran,” dan dalam bahasa Arab, istilah tersebut menandakan kematian, penyiksaan, horor, dan kegilaan.

Di sini, dilaporkan, ribuan pembangkang politik mengalami pelanggaran hak asasi manusia, penyiksaan, dan bahkan eksekusi eksekusi yang ekstrem.

©Blogspot | unitravelers

Sebuah laporan tahun 2001 oleh Amnesty International menyebut penjara sebagai sumber “keputusasaan, penyiksaan dan perlakuan merendahkan martabat manusia.” Penjara ini dihancurkan pada 2015.

3. Kamp 22, Korea Utara

©Google Earth

Hoeryong Concentration Camp, yang dikenal sebagai Camp 22, di Korea Utara benar-benar terisolasi dari dunia luar dan salah satu tempat paling mengerikan di bumi.

Dijalankan oleh kediktatoran komunis, Camp 22 memenjarakan kebanyakan tahanan politik, yang seringkali adalah orang-orang yang tidak bersalah, bukan penjahat, yang dengan sewenang-wenang diberi label sebagai musuh negara.

Karena sifat turun temurun di Korea Utara, bahkan anggota keluarga bisa dianggap sebagai musuh negara, termasuk anak-anak, dipenjara sampai tiga generasi.

Beberapa lahir di kamp, sementara beberapa lainnya menderita seumur hidup mereka di sini.

Pada tahun 1990an, diperkirakan sekitar 50.000 tahanan ditahan di Camp 22.

Tahanan mengalami penyiksaan, kerja paksa, dan bahkan eksperimen medis yang kejam dan tidak perlu.

Kamp ini hanyalah salah satu jaringan kamp konsentrasi di seluruh negeri, dimana kabarnya terdapat ratusan ribu orang dipenjara.

Sayangnya, kita bahkan hampir tidak bisa mencari tahu apa yang terjadi di tempat seperti neraka ini.

Berikut adalah beberapa ilustrasi oleh mantan tahanan Camp 22 yang lolos. Anda juga dapat melihat North Korea’s Killing Fields di YouTube.

©YouTube Screenshot | Joshua Stanton
©YouTube Screenshot | Joshua Stanton

2. Pusat Transplantasi Organ Tubuh di Tiongkok

©End organ pillaging

Meskipun secara teknis bukan penjara, pusat transplantasi ini berada di tempat ribuan tahanan yang mengalami kematian mengerikan mereka secara rahasia di seluruh Tiongkok.

Sejak sekitar tahun 2000, individu yang dianggap oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjadi “ancaman”, yaitu praktisi Falun Gong – yang merupakan warga biasa yang mempraktikkan meditasi dan memegang nilai-nilai tradisional – ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi di seluruh Tiongkok.

Seringkali bahkan menjadi bahan percobaan dan mereka berakhir di pusat transplantasi, di mana mereka dibunuh dan organ tubuh mereka diambil lalu dijual.

Pada bulan Juni tahun lalu, sebuah penyelidikan selama 10 tahun menyimpulkan bahwa penahanan massal terhadap orang-orang Falun Gong ini menjadi “bank organ hidup” untuk digunakan oleh pusat transplantasi (kebanyakan rumah sakit militer) di seluruh Tiongkok.

©Epoch Times

Para penyidik telah memberi kesaksian di hadapan parlemen dan pemerintah di seluruh dunia.

Berdasarkan data yang tersedia dan bukti yang memberatkan, diperkirakan ada 1,5 juta narapidana (kemungkinan besar praktisi Falun Gong yang tidak bersalah atas kejahatan sebenarnya) telah dibunuh dalam sistem “bank organ organ hidup” ini.

Penjualan organ tubuh, menurut para penyidik, sangat menguntungkan, dengan beberapa rumah sakit mengumpulkan ratusan juta, bahkan miliaran, yuan keuntungan.

1. Kamp Kerja Paksa Masanjia, Tiongkok

©Amnesty

Kamp Kerja Paksa Masanjia, yang terletak di dekat Shenyang, Provinsi Liaoning, di Tiongkok, mungkin adalah penjara paling mengerikan di dunia, dengan metode penyiksaan brutal, kerja paksa, dan kehidupan yang mengerikan seperti neraka.

Sejak tahun 1999, ia mulai memenjarakan tahanan agama, kebanyakan praktisi Falun Gong, seringkali tanpa pengadilan.

Metode penyiksaan yang kejam digunakan pada praktisi Falun Gong untuk memaksa mereka melepaskan kepercayaan mereka, metode seperti tongkat kejut listrik menggantung di langit-langit, berbagai siksaan “ranjang” dan “bangku,” obat-obatan yang dipaksa makan, obat perusak saraf, kekurangan tidur, kurungan isolasi dalam waktu lama, pemerkosaan brutal dan bentuk kekerasan lainnya.

©Minghui

Dilaporkan bahwa praktisi Falun Gong secara sistematis diuji darah, tampaknya hal ini di katalogkan di “bank” donor organ hidup.”

Praktisi kemudian dibunuh atas permintaan organ mereka.

Sedangkan waktu tunggu untuk organ di Amerika Serikat bisa mencapai hitungan bulan dan tahun.

Sementara waktu tunggu di Tiongkok untuk organ jantung, paru-paru, dan hati, hanya diukur dalam hitungan hari, bahkan jam. Sungguh mengerikan!