Jurnal Harian

Korban Selamat Holocaust Berusia 102 Tahun Mengira Seluruh Keluarganya Telah Meninggal Dunia, Tapi Seorang Tamu Menghapus Anggapan Itu

Seorang korban selamat dari Holocaust yang telah berusia 102 tahun dari Israel mengira seluruh anggota keluarganya telah terbunuh. Tapi hal mengejutkan baginya, saat mengetahui kalau adik laki-lakinya juga selamat dan memiliki seorang anak laki-laki, yang terbang menuju Israel dari Rusia agar bisa menemuinya untuk pertama kali.

(Foto : YouTube Screenshot | Yad Vashem)

Eliahu Pietruszka menangis saat keponakannya terbang dari daerah terpencil di Rusia untuk mengunjunginya di rumah peristirahatannya di Israel.

“Ini membuat saya sangat bahagia karena setidaknya satu hal masih tersisa dari saudara laki-laki saya, dan itu adalah putranya,” kata Pietruszka sarat emosional, seperti dilansir AP News. “Setelah bertahun-tahun saya mendapat kesempatan istimewa untuk menemuinya.”

(Foto : Getty Images | Richard Blanshard)

Pada tahun 1939, saat Perang Dunia ke-II dimulai, ketika itu Pietruszka berumur 24 tahun, dia melarikan diri dari Warsawa, Polandia ke Uni Soviet (Rusia) .

Orangtua dan salah satu adik kembarnya yang berusia 15 tahun, Zelig, terbunuh di sebuah kamp Nazi yang mematikan, sementara adik satunya, Volf, melarikan diri.

(Foto : Getty Images | UniversalImagesGroup)

Setelah dua saudara laki-laki yang masih hidup ini berhubungan sebentar, Volf dikirim ke sebuah kamp kerja di Siberia oleh orang-orang Rusia. Pietruszka tidak mengira Volf bisa bertahan hidup.

“Di hati saya, saya pikir ia tidak lagi hidup,” katanya. Jadi, Pietruszka bermigrasi dengan istrinya ke Israel setelah menikah pada tahun 1949.

Setelah beberapa dekade berlalu, cucu Pietruszka, Shakhar Smorodinsky, menerima email dari sepupunya di Kanada beberapa minggu yang lalu.

Ketika itu Shakhar sedang membuat sebuah pohon keluarga mereka dan mencari informasi, ia menemukan sebuah halaman kesaksian yang ditulis oleh Volf pada tahun 2005 untuk Pietruszka, yang juga dikira telah meninggal.

Ternyata Volf berhasil bertahan hidup dan tinggal di Magnitogorsk, sebuah kota di Pegunungan Ural Rusia.

Jadi, Smorodinsky, 47 tahun, seorang profesor di Universitas Ben-Gurion Israel selatan, mulai meneliti lebih banyak informasi tentang paman yang tidak dikenal ini.

Ia menemukan informasi kalau Volf telah meninggal dunia pada tahun 2011, namun anak tunggalnya, Alexandre, seorang pensiunan pekerja konstruksi, masih tinggal di sana sampai sekarang.

Smorodinsky menghubungi Alexandre, yang kemudian membuat janji untuk datang ke Israel, mengunjungi Pietruszka untuk pertama kali dalam hidupnya.

(Foto: YouTube Screenshot | Guardian News)

Ketika Pietruszka melihat keponakannya yang berusia 66 tahun, dia begitu emosional sehingga dia terjatuh dalam pelukan Alexandre. “Saya sudah menunggu 70 tahun untuk melihatmu. 70 tahun!” kata Pietruszka pada keponakannya sambil menangis.

“Kau mirip sekali dengan ayahmu,” kata Pietruszka, yang memakai alat bantu dengar dan membutuhkan alat bantu jalan memutar untuk berkeliling. “Saya tak bisa tidur dua malam karena menunggumu.”

“Ini sebuah keajaiban. Saya tidak pernah berpikir ini akan terjadi,” kata Alexandre berulang kali.

(Foto: YouTube Screenshot | Guardian News)

 

(Foto: YouTube Screenshot | Guardian News)

“Sekarang kau memiliki keluarga besar di sini, di Israel,” kata Pietruszka kepada keponakannya. “Kamu tidak akan sendiri.”