Inspirasi

Sang Ibu Mengatakan pada Putranya yang Sekarat Karena Kanker untuk Beristirahat Selamanya, Lalu Anak itu Mengucapkan 4 Kata yang Menghancurkan Hatinya

Baru-baru ini seorang ibu menceritakan kisah tragis putranya yang mengidap penyakit mematikan di media sosial. Kanker ganas perlahan-lahan dan secara menyakitkan mengambil alih tubuh putranya sampai ia meninggal dunia Februari lalu.

Ruth ingin menggambarkan penderitaan memilukan yang harus dihadapi putranya itu, tapi juga menunjukkan kemurnian hati dan keberaniannya selama perjuangan melawan penyakit itu. Kisah Ruth mendapatkan simpati secara online.

Dua bulan setelah putranya yang berusia 4 tahun meninggal dunia karena kanker, Ruth Scully dari Leonardtown, Maryland, AS, memposting sebuah cerita menyedihkan yang menggambarkan hari-hari terakhirnya bersama putra tercinta, Nolan.

Nolan meninggal dunia pada bulan Februari lalu setelah 15 bulan berjuang melawan rhabdomyosarcoma, atau RMS, salah satu kanker ganas langka yang menyerang jaringan tulang lunak dalam tubuh, dan juga menjadi kebal terhadap semua bentuk pengobatan.

(Foto : Facebook | Nolan Strong)

Ruth ingin berbagi kenyataan suram tentang kanker yang menggerogoti anaknya – setiap hari semakin parah, melumpuhkan tubuh anaknya satu demi satu. Ia berbagi foto saat Nolan tertidur di atas keset lantai kamar mandi, takut meninggalkan ibunya bahkan saat sang ibu sedang mandi.

(Foto : Facebook | Nolan Strong)

Mengenang kembali pada bulan September 2015, Nolan mengeluh tentang hidungnya yang tersumbat dan awalnya orangtua Nolan mengira flu saja. Tapi tak lama kemudian, ia mulai kesulitan bernapas dan saat itu tak ada perawatan yang berhasil mengobatinya.

Di bulan Nopember, dokter menemukan bahwa ada tumor yang sebenarnya menjadi penyebab penyumbatan pada bagian saluran hidungnya.

Tumor ini berjenis kanker dan tumbuh di otot, lemak serta persendian. Kemungkinan pasien akan mengalami kelopak mata terkulai, sakit kepala, mual, serta sulit buang air kecil.

(Foto : Facebook | Nolan Strong)

Setelah menjalani beberapa kali perawatan kemoterapi dan radiasi, rambut Nolan segera berjatuhan, sementara tubuhnya makin lama makin lemah, saat kanker mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.

Biasanya, saat sel kanker telah menyebar, tingkat kelangsungan hidup pasien pun menurun antara 40 sampai 20 persen.

(Foto : Facebook | Nolan Strong)

Ibunya ingin berbagi pengalaman pada dunia tentang bulan-bulan terakhir bersama putranya, menggambarkan bagaimana putranya ‘yang hanya terbuat dari cinta murni’.

Ayah Nolan, Jonathan dan ibunya menunjukkan betapa kuatnya putra mereka melalui semua pertempuran melawan penyakit ini, sementara Ruth berbagi rasa sakitnya sendiri sebagai, sebuah “penderitaan yang tidak seperti yang lain’.

Saat ibunya membawa Nola ke rumah sakit untuk terakhir kalinya, setelah satu tahun berjuang, anak laki-laki itu sudah tidak bisa makan berhari-hari, karena selalu muntah.

Pada bulan Februari itu, ahli onkologi menjelaskan bahwa kanker telah menyebar, dan membatasi kerja tabung bronkial serta jantungnya setelah menjalani operasi dada. Kanker inipun mulai kebal terhadap semua bentuk pengobatan.

“Ketika saya membawa Nolan ke rumah sakit untuk terakhir kalinya,” tulis Ruth saat berbagi di postingannya, “Saya tahu ada yang tidak beres selain hanya kasus C-DIFF yang masih ada. Saya hanya tahu, dan cukup aneh, saya pikir Nolan juga tahu itu. ”

(Foto : Facebook | Nolan Strong)

“Pada tanggal 1 Februari kami duduk bersama seluruh anggota tim perawatannya. Ketika ahli onkologi itu bicara, saya melihat rasa sakit yang murni di matanya,” bagi Ruth.

“Dokter itu selalu jujur dengan kami dan bertengkar bersama kami sepanjang waktu, namun CT scan terbaru menunjukkan tumor besar yang tumbuh menekan tabung bronkial dan jantung Nolan setelah empat minggu pasca operasi dada terbuka.”

“Rhabdomyosarcoma Alveolar Mestral menyebar seperti api liar.”

“Dia menjelaskan saat ini dia merasa bahwa Kanker (sic) ini tidak dapat diobati karena sudah kebal terhadap semua jenis pengobatan yang telah kami coba dan rencananya adalah membuat Nolan tetap nyaman saat kesehatannya memburuk dengan cepat.”

(Foto : Facebook | Nolan Strong)
Ketika melalui salah satu saat-saat terakhir ia berbicara dengan putranya, Ruth berkata pada Nolan, bahwa ia “tak perlu harus berjuang lagi” dan Nolan menjawab kalau ia berjuang demi ibunya. Ruth berbagi percakapan mereka yang memilukan itu:

“Ruth: Sayang … ibu tidak bisa melakukannya lagi di sini. Satu-satunya cara yang aku bisa menjagamutetap aman adalah di dalam surga (hatiku hancur).

“Nolan: Jadiiii aku akan pergi ke Surga dan bermain sampai ibu sampai di sana! Ibu akan datang, kan?”

Nolan tidur selama beberapa hari terakhir sebelum meninggal dunia pada tanggal 4 Februari. Ruth menggambarkan rasa sakit yang dirasakannya karena dia harus menandatangani perintah “Jangan Resusitasi”.

(Foto : Facebook | Nolan Strong)

Setelah itu, Ruth membuah halaman GoFundMe untuk membantu membayar semua biaya pengobatan.

Sejauh ini, mereka telah mengumpulkan 50.000 dollar. Ia juga berbagi perjuangan putranya dengan sebuah penghormatan yang menyentuh di Facebook, menggambarkan Nolan sebagai “seorang ksatria yang meninggal dengan kehormatan dan cinta”.

Kisahnya telah menjadi viral dengan lebih dari 611.000 kali dibagi.

Ruth menyimpan kenangan anaknya yang tidur di atas keset lantai kamar mandi.

“Sekarang, saya takut mandi,” tulisnya. “Tidak ada apa-apa di sana selain keset kamar mandi kosong tempat seorang anak laki-laki tampan pernah berbaring menunggu ibunya.”