Inspirasi

Miliarder Ini Penasaran Melihat Seorang Bocah “Mengayunkan Tangkai Rumput di Atas Tanah”, dan Bertanya Apa yang Dilakukannya, Jawaban Si Bocah Seketika Membuatnya Tercengang.

Ketika seorang miliarder Daniel sedang berjalan santai, dia melihat seorang anak laki-laki berjongkok di pinggir jalan, sementara tangannya tampak mengayunkan batang rumput di atas tanah.

Daniel yang penasaran lalu ikut berjongkok, dan sambil membelai kepala si bocah, dia bertanya, “Apa yang sedang kamu lakukan nak?”

Bocah itu pun menjawab tanpa tanpa menolehnya, “Saya sedang menuntun jalan pada seekor semut.”

Internet

Daniel pun tersenyum mendengar jawaban polos si bocah.

“Memangnya jalan seperti apa yang akan kamu tuntun pada semut itu?”

Bocah itu menjawab dengan serius, “Semut ini terpisah dari teman seperjalanannya, dan sedang panik mencari teman-temannya, karena itu, saya mau menuntunnya ke dalam barisan teman-temannya, dengan begitu semut ini baru bisa bertahan hidup.”

Daniel pun melihat dengan lebih seksama, ternyata si bocah sedang menuntun kembali semut yang terpisah itu ke barisan teman-temannya dengan tangkai rumput.

Dan berkat usahanya, semut itu pun akhirnya kembali ke barisan teman-temannya. Semut itu tampak gembira setelah bertemu kembali dengan kelompoknya.

Daniel tampak terkesan dan kagum mengetahui tindakan baik si bocah, dan berkata, terima kasih, semut itu sekarang telah menemukan kelompoknya, dan bisa bertahan hidup lagi.

Bocah itu baru mendongakkan kepalanya memandang Daniel, dan tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya yang cerah.

Internet

Gejolak hati Daniel pun seketika bergolak melihat senyum manis dan polos si bocah.

Setelah meninggalkan anak laki-laki itu, Daniel terus bergumam pada dirinya sendiri sepanjang jalan. Benar-benar menarik dan kreatif menuntun seekor jalan bagi seekor semut.

Internet

Daniel adalah seorang bos jaringan supermarket besar di Texas, AS. Dia adalah seorang bos yang senang beramal, selalu membantu kaum miskin, sehingga dikenal sebagai seorang “dermawan besar.”

Daniel sangat terkesan membayangkan si bocah yang menuntun jalan bagi seekor semut di pinggir jalan.

Dia berpikir itu adalah suatu cara yang cerdas menuntun jalan bagi seekor semut yang terpisah dari kelompoknya. Dan dalam arti tertentu, itu adalah sebuah prinsip kebenaran.

Suatu hari, Daniel yang baru saja sampai di pintu perusahaan tiba-tiba dicegat oleh seorang wanita paruh baya bersama dengan seorang anak perempuan usia 7, 8 tahun-an, dengan hidung penuh ingus, dan berkata kepada Daniel sambil menangis tersedu-sedu.

“Tuan Daniel, tolong kasihanilah kami. Suami saya meninggal karena sakit parah, saya pun menganggur, sekarang kami dalam kesulitan.”

Kemudian wanita itu mengambil bukti yang dari dalam tasnya, memohon Daniel bisa membantu mereka.

Daniel pun merasa simpati setelah mendengarnya. Jika ini terjadi di masa lalu, dia akan segera memberinya uang atau meminta bagian keuangan memberikan sejumlah uang untuk membantu ibu dan anak perempuannya itu.

Tapi hari ini dia tidak melakukannya seperti itu, melainkan bertanya dengan ramah apa pekerjaan wanita itu dulu?

Wanita itu menjawab sambil menangis, dia dulunya bekerja di bagian keuangan.

Mata Daniel tampak bersinar mendengar penuturan wanita itu, dan berkata kepadanya.

“Saya akan segera mengatur bagian personalia untuk wawancara dulu denganmu. Jika tidak ada masalah, Anda bisa bekerja di bagian keuangan di supermarket ini, dan saya akan memberikan dulu gaji 3 bulan untukmu.”

Wanita itu pun seketika menyunggingkan senyum ceria dan terus mengucapkan terima kasih kepada Daniel..

Satu tahun kemudian, kemampuan dan kreativitas wanita paruh baya bernama Ibu Susan yang bekerja sebagai kepala bendahara di supermarket itu sangat dihargai dan dikagumi oleh atasannya, Daniel.

Di malam Natal yang diselenggarakan di supermarket, Susan berkata kepada Daniel yang hadir dalam pesta Natal itu, “Terima kasih, tuan Daniel, karena telah memberi saya jalan yang mandiri dan pada saat yang sama memberi saya harga diri.”

Daniel tersenyum dan berkata, “Miss Susan yang saya hormati, jangan berterima kasih kepada saya, karena itu adalah balasan dari bakat dan kerja kerasmu.”

Ibu Susan tampak tersipu malu mendengarnya.

Internet

Suatu hari, Daniel menerima sepucuk surat dari seorang pemuda bernama Jacob. Isi surat itu mengatakan, Jacob baru diterima di MIT-The Massachusetts Institute of Technology.

Karena orang tuanya telah meninggal, sehingga hidupnya serba susah. Biaya untuk masuk universitas belum ada sampai sekarang, dia berharap Daniel bisa membantunya.

Setelah membaca isi surat itu, Daniel segera membalasnya, mengatakan bahwa setelah Jacob masuk kuliah, dia bisa bekerja di salah satu cabang dari jaringan supermarketnya di dekat MIT dan akan memberikan gaji satu tahun di muka.

“Saya akan menjelaskan kondisi terkait Anda kepada staf supermarket disana, dan bila tiba saatnya anda bisa mengurus formalitas yang relevan di sana.”

Beberapa tahun kemudian, Jacob yang sudah menjelma menjadi bos pemilik perusahaan pengembang perangkat lunak, mengatakan dalam peresmian perusahaannya.

“Saat itu, saya hanyalah seorang siswa miskin dan melarat, dan saya meminta bantuan tuan Daniel. Daniel membukakan sebuah jalan untuk saya, membawa saya ke jalan hidup mandiri. Jika ketika itu, tuan Daniel hanya memberi saya sejumlah uang, hanya bisa menyelesaikan masalah mendesak sementara, bahkan justeru itu akan mengembangkan kebiasaan buruk saya menjadi seorang pemalas dan membentuk pemikiran saya untuk mendapatkan sesuatu tanpa usaha. Bisa dikatakan, jika tidak ada Daniel yang berpandangan jauh ketika itu, saya juga tidak akan berdiri di sini dan mensyukuri kesuksesan saya hari ini. Perbuatan baik tuan Daniel, penuh dengan kebijaksanaan dan pandangan jauh, membuat orang yang dibantu mendapatkan harga diri dan kekuatan karakter.”

Dalam acara amal berskala besar di Texas, Daniel menyampaikan pidatonya kepada para hadirin.

“Tujuan dasar dari cinta kasih itu adalah memberi orang yang dicintai, menemukan sebuah jalan terang dan cemerlang, sekaligus juga memberi martabat pribadi manusia. Ini adalah garis dasar moralitas, dan sublimasi dari kekuatan kepribadian.”

Kata-kata Daniel, memercikkan riak di dalam hati orang-orang, dan orang-orang yang mendengarnya pun dipenuhi dengan kehangatan dan sentuhan.

Internet

Koran Houston, koran dengan sirkulasi terbesar di Texas, mengatakan dalam komentarnya, “Menuntun jalan pada seekor semut tingkat tertinggi dari cinta kasih. Titik awal dari cinta kasih itu adalah menuntun jalan. Tingkat tertinggi berbuat baik itu bukan amal bersedekah, tapi menuntun (membimbing/menuntun seseorang ke jalan terang-gemilang). Salam sukses!”