Unik

Akibat Trauma, Pria “Manusia Koala” ini Hidup di Atas Pohon Kelapa Selama 3 Tahun! Tak Peduli Hujan, Badai, Panas Matahari atau Gigitan Serangga, Dia Tak Mau Turun!

Jika ditelusuri secara mendalam sisi gelap masyarakat, anda akan menemukan banyak hal yang tidak dapat diterima.

Anda akan mendapati bahwa undang-undang yang bisa membantu rakyat jelata tidaklah banyak.

Ada orang yang selalu pintar dalam mengebor celah hukum. Sementara orang-orang yang memiliki uang banyak selamanya selalu hidup nyaman dan tidak perlu cemas!

tw.ptt01.cc

Seperti misalnya tragedi yang terjadi di Filipina ini, membuat orang-orang menyadari betapa tak berdayanya masyarakat terhadap ketidakpedulian pemerintah.

Pada 2014 lalu, Gilbert Sanchez, seorang pria 47 tahun yang tinggal di La Paz, sebuah provinsi di Agusan del Sur, Selatan Filipina, mengalami trauma setelah tertembak di bagian kepala saat bertengkar dengan seseorang.

Ibunya ingat bahwa Gilbert sangat takut seseorang akan datang untuk membunuhnya, sehingga dia pun memanjat pohon kelapa di sekitar rumahnya dan tidak mau turun.

tw.ptt01.cc

Keluarga Golbert kemudian meminta bantuan polisi dan pemerintah, namun, karena Gilbert memanjat pohon kelapa itu atas kemauan sendiri, tim penyelamat tidak memiliki alasan untuk mengirim timnya dan permintaan penyelamatan itu pun akhirnya ditolak.

Akhirnya, Gilbert pun tinggal di atas pohon. Tidak peduli hujan, badai, panas matahari atau gigitan serangga.

Sang ibu, Winifreda Sanchez, terus menyuruh anaknya setidaknya turun untuk mandi, tapi anaknya tetap menolak.

Ia tidak punya pilihan selain mengantarkan makanan dan minuman setiap hari supaya ia bisa hidup.

tw.ptt01.cc

Keluarganya bahkan pernah dibentak Golbert, “Diam! Pokoknya aku tidak mau turun! Kalau turun nanti aku dibunuh!”

Sebelum Gilbert memanjat pohon itu, kedua orang yang paling disayanginya adalah dua anak perempuan yang ditinggalkan istrinya.

tw.ptt01.cc

Namun, dia sama sekali telah lupa putrinya sejak tinggal di atas pohon itu, bukan saja tidak peduli dengan mereka, bahkan Gilbert juga tidak peduli lagi dengan sekolah anaknya.

Dia hanya peduli dengan hidupnya sebagai koala di atas pohon kelapa.

tw.ptt01.cc

Hal yang lebih menyedihkan, ternyata penduduk dan bahkan pemda setempat mengetahui situasi yang dialami Gilbert, namun tidak ada yang bersedia membantu hingga tersebar sebuah artikel yang menyindir pemerintah Filipina di Facebook dan menjadi viral di internet.

Setelah diliput stasiun televisi ternama di Filipina, barulah pemerintah setempat turun tangan.

Di bawah tekanan dari media, pemerintah Filipina akhirnya mengirim tim penyelamat tiga tahun kemudian, untuk menyelamatkan Gilbert dari pohon tersebut.

tw.ptt01.cc

Proses penyelamatan Gilbert bisa dikata sangat berbahaya karena dia memanjat pohon itu atas kemauannya sendiri, sehingga mereka khawatir Golbert akan melompat jika menggergaji pohon kelapa itu.

Mereka terpaksa terus membujuk Gilbert sambil menggergaji pohon itu, dan untungnya koala Gilbert berhasil menginjak tanah setelah tinggal selama 3 tahun di atas pohon kelapa itu.

 

tw.ptt01.cc

Dari tayangan video, tampak tubuh Gilbert yang tinggal selama 3 tahun di atas pohon kelapa itu dipenuhi dengan gigitan serangga dan kulitnya pun melepuh.

Tulang belakangnya cacat, otonya pun mengalami atrophia. Selain itu, karena jongkok terlalu lama di atas pohon, tulang belakangnya berubah bentuk dan ototnya menciut, namun yang paling parah adalah kerusakan pada otaknya.

Menurut psikiater, Gilbert mengalami gangguan psikologis, yakni berkhayal, berhalusinasi, ketakutan akan seseorang mencoba membunuhnya.

Dia harus minum obat secara teratur agar bisa menjjalani kehidupannya secara normal.

Meski berhasil menyelamatkan Gilbert, namun, kasusnya telah menyebabkan dampak yang besar pada masyarakat Filipina, mereka baru sadar betapa lemahnya negara dalam membantu kaum lemah dan orang-orang yang menderita gangguan kejiwaan.

tw.ptt01.cc

Seandainya Gilbert dibantu tiga tahun lalu, keluarga Gilbert juga tidak perlu mengalami penderitaan seperti itu selama bertahun-tahun.

Mereka mengkritik pihak berwenang yang terlalu lemah saat menangani krisis yang dialami masyarakat lemah.

Bagi keluarga Gilbert pasti diliputi dengan ketidakberdayaan dan kekecewaan mereka yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa selama 3 tahun tinggal di atas pohon!

Diharap pemerintah Filipina membantu keluarga tersebut setelah menyelamatkan Gilbert, setidaknya membantu keluarga mereka kembali hidup secara normal.

Saksikan koala Gilbert dalam video berikut ini.