Inspirasi, Internasional

Anak-anak Ini Harus Melalui “Uji Nyali” Setiap Hari untuk Bisa Sampai ke Sekolah

Bersyukurlah anak-anak yang tinggal di perkotaan, dimana mereka mendapat akses pendidikan dengan nyaman. Jika Anda masih mengeluh karena tidak punya motor untuk pergi ke sekolah, tidak punya handphone, atau tidak ada uang saku,dan suka membolos, Anda harus malu dengan anak-anak ini.

Pun fasilitas mereka sangat minim, tapi perjuangan mereka untuk mendapat pendidikan tidak menyurutkannya, bahkan mereka seperti bertaruh dengan nyawa.

▼ Di Gulu, Tiongkok. Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam baru bisa tiba di sekolah melalui jalan selebar satu 1 meter di pegunungan. Mungkin ini merupakan sekolah paling terpencil di dunia.

▼ Di Zhangjiawan, Distrik Tongzhou, Tiongkok. Anak-anak di daerah pegunungan ini perlu menaiki tangga tanpa alat keselamatan untuk sampai di sekolah.

▼ Di Pegunungan Himalaya, India, anak-anak perlu melintasi Pegunungan Himalaya baru bisa sampai di sekolah.

▼ Di Lembak, Banten, para siswa harus melewati jembatan gantung yang rusak untuk tiba di sekolah.

Di Kolombia, anak-anak harus menggunakan tali baja sepanjang 800 meter dan menggantung melintasi Sungai Rio Negro setinggi 400 meter.

▼ Di Kepulauan Riau,  anak-anak harus menggunakan kano menuju ke sekolah.

▼ Di India, anak-anak perlu melewati akar pohon menyeberangi hutan untuk bisa sampai di sekolah.

▼ Di Myanmar, seorang gadis menunggangi seekor kerbau ke sekolah.

▼ Di India, anak-anak yang naik becak ke sekolah.

Di Dujiangyan, Provinsi Sichuan, Tiongkok, anak-anak baru bisa tiba di sekolah setelah berjalan di tengah hamparan salju melalui jembatan yang rusak.

▼ Di Pangururan, Sumatera Utara, anak-anak duduk di atas perahu kayu untuk bersekolah.

▼ Di Sri Lanka, para siswa harus berjalan melewati papan kayu tipis Galle Fort abad ke-16.

▼ Di Kerala, siswa India naik sampan ke sekolah.

▼ Di New Delhi, India, siswa naik kereta kuda/pedati terbuka ke sekolah.

Siswa ini perlu menyeberangi sungai dengan rakit sementara untuk bersekolah.

▼ Di area pegunungan di Tiongkok, anak-anak perlu menempuh 125 mil jalan pegunungan untuk tiba di sekolah.

▼ Anak-anak perlu menggunakan tali pengikat di atas sungai setinggi 30 kaki untuk bersekolah.

▼ Di Provinsi Rizal, Philipina, beberapa siswa sekolah dasar menggunakan pelampung renang untuk menyeberangi sungai ke sekolah.

Nah, apakah kamu masih akan mengeluh dan membolos dari sekolah hanya karena tidak ada uang jajan? (jhn/yant)