Saat Berada dalam Kondisi Seperti ini, Kita Baru akan Sadar dan Baru Mengerti akan Sesuatu!

Saat orang berada dalam beberapa momen seperti, baru tersadar dengan segala sesuatunya.

1. Seseorang baru akan mengerti saat ditimpa nasib sial

Sehari-hari berkumpul dan bersenda gurau dengan cerianya bersama sekerumun teman-teman, makan enak dan tertawa terkekeh-kekeh tanpa beban, persahabatan yang akrab laksana saudara.

ILUSTRASI. (i.kinja-img.com)

Namun, ketika ditimpa nasib sial, maka pasti akan ada yang tidak peduli, melihat lelucon, bahkan mungkin ada memanfaatkan kesempatan atas nasib yang dialami untuk kepentingan egonya sendiri.

Nah, saat seperti inilah dia baru sadar siapa teman dalam arti sebenarnya dan siapa yang berjiwa kerdil.

Baru mengerti bagaimana menjalin persahabatan sejati dengan seseorang.

2. Seseorang baru sadar setelah menderita sakit parah

Setelah sakit parah, dia baru akan mengerti bahwa hanya kesehatan yang paling utama, lainnya hanya sekunder.

ILUSTRASI. (triumph30.org)

Kesehatan (fisik) nomor 1, lainnya 0 (baca nol), kalau nomor 1 sudah tidak ada, maka lainnya juga sudah tidak ada artinya sama sekali meski memiliki segalanya, selain kesehatan.

Jadi, sesuatu yang biasanya tampak sangat penting dan berarti baginya itu pun menjadi tak berarti lagi, hambar dan baru tersadarkan setelah sakit parah.

3. Seseorang baru tersadarkan setelah turun dari jabatan/kekuasaan

Ketika seseorang turun dari jabatannya, orang-orang yang mengandalkan jabatan/kekuasaannya itu pun langsung lenyap entah kemana.

Di masa lalu, selagi masih berkuasa, rumahnya selalu ramai dikunjungi orang-orang. Tapi sekarang berbalik, rumanya sepi senyap.

ILUSTRASI. (bigthink.com)

Dulu banyak anak buahnya yang berjalan beriringan di sampingnya, namun, setelah tidak menjabat lagi, dia pun seketika menjadi orang asing yang tak dikenal lagi oleh anak buahnya.

Saat seperti inilah, dia baru sadar, kalau dulu orang-orang sangat hormat dan patuh kepadanya karena jabatannya.

Orang-orang memuji-muji dan menyanjungnya, karena dia masih berkuasa.

Menjadi pejabat hanya sementara waktu, tapi menjadi manusia seutuhnya itu baru seumur hidup, dan dia tertawa geli sendiri saat membayangkan dirinya masih berkuasa dulu tinggal memberi perintah semaunya.

4. Seseorang baru sadar setelah dipenjara

Apa yang disadarinya? Sadar bahwa hukum itu bukan untuk menakut-nakuti, siapa pun tidak akan lolos dari jeratan hukum kalau melakukan kesalahan.

Sadar bahwa tidak ada obat penyesalan di dunia, makanan para napi memang gratis, tapi tidak enak.

ILUSTRASI. (co.morrow.or.us)

Sadar bahwa hukum karma berlaku, yang pasti akan diterima oleh setiap orang atas segala perbuatan baik dan jahatnya.

Terutama para pejabat korup, dan setelah diseret ke penjara baru tahu, “”Saya tidak kekurangan sandang-pangan, jadi untuk apa memiliki uang segunung.”

Bagi seseorang, kebebasan hidup adalah yang paling utama.

5. Seseorang baru sadar menjelang ajal

Manusia baru sadar menjelang ajalnya: Semuanya sudah terlambat, tidak bisa ditebus lagi, dan segala sesuatunya akan lenyap seperti awan yang berarak kemudian sirna.

ILUSTRASI. (dentist123-wpengine.netdna-ssl.com)

Karena itulah, “seseorang akan mengatakan yang baik-baik menjelang ajalnya.”

6. Seseorang baru akan mengerti setelah berpisah

Baru sadar kalau kata-katanya yang tidak berperasaan ketika itu, benar-benar telah menyakiti hatinya, dan tidak seharusnya melakukan hal-hal yang melukai hatinya, seharusnya mendukung,dan mempercayainya.

ILUSTRASI. (loveparadiseforyou.com)

Dan baru sadar uang tidak bisa membeli kembali hatinya (rujuk kembali), baru mengerti mengapa dia begitu baik padaku dan sekarang dia sepertinya telah berubah.

Ternyata kamu tidak berubah, dia yang berubah, dan baru mengerti bahwa keduanya harus bersama menuju arah yang baik untuk berubah.

Melepaskan yang terbatas sekarang untuk mendapatkan masa depan yang tak terbatas, jangan sampai akhirnya nanti baru menyesal, karena tidak banyak orang yang baik.