Inspirasi

Tahukah Anda Kisah Nyata Dibalik Lagu ” Apakah Ada Botol Kosong untuk Dijual? “, Banyak yang Meneteskan Air Mata Setelah Mendengarnya !

Bagi penggemar lagu Mandarin, tahukah kamu dengan lagu ini? Secara harfiah artinya adalah “Apakah ada botol kosong untuk dijual?” (transliterasi)

Lagu itu ditulis dari sebuah kisah nyata.

Seorang pria tua yang tuli dan bisu menghidupi dirinya dengan memulung, hidup dalam kemiskinan dan serba susah.

Suatu hari, ketika dia sedang mengumpulkan botol kosong di pinggir jalan, tanpa sengaja melihat sesosok bayi yang dibuang, dan ini membuatnya sangat bahagia, lalu dengan gembira membawanya pulang.

Setiap hari, dia memulung dengan mengumpulkan botol bekas untuk menghidupi anak yang dipungutnya itu.

Pada tahun keenam, bayi yang telah beranjak besar itu menemukan seekor anjing, kemudian dibawa pulang, diberi maka Lucky dan sejak saat itu hidup bersama dengan orangtuanya.

Setiap pagi gadis cilik dan pria tua itu berjalan di jalan-jalan sambil berteriak : “Apakah ada botol kosong untuk dijual?” Inilah sekelumit mengenai aktivitas bapak dan anak ini setiap hari.

Belakangan, seiring dengan bertambah dewasanya gadis itu, dia bertemu dengan seorang penulis lagu, dan berawal dari sinilah kemudian tumbuh benih-benih asmara dan mereka pun saling jatuh cinta.

Penulis lagu ini sangat baik pada si gadis dan orangtuanya, selagi sempat dia selalu menemani orangtua si gadis, dan perlahan-lahan gadis itu pun menggeluti dunia seni.

Bertahun-tahun kemudian gadis itu menjadi penyanyi yang terkenal dan hidup makmur.

Dia mulai menjauh dari orangtuanya karena dianggapnya hanya membuatnya malu.

Namun, penulis lagu itu sangat marah terhadap sikap gadis itu. Agar orang tua itu tidak berpikir yang bukan-bukan, dia pun sering menjenguknya.

Kemudian gadis itu semakin terkenal. Suatu hari, pria tua tersebut sangat merindukan gadis itu dan memohon kepada si penulis lagu untuk mempertemukannya dengan gadis itu.

Namun, tak disangka orang tua itu diusir di pintu konser.

Agar tidak terganggu oleh orang tua tersebut, gadis itu kemudian mengambil segepok uang dan diberikan kepada orang tua tersebut.

Orang tua itu menangis sedih, kemudian berjalan pergi dengan langkah berat dan perlahan-lahan hilang dari pandangan si gadis.

Bayangan wajahnya yang sedih membuat pilu orang yang melihatnya.

Suatu hari, orang tua itu berjalan di jalan raya dengan wajah sedih bersama anjingnya, dan tidak memperhatikan suasana sekelilingnya, tiba-tiba deru motor melaju ke arahnya, dan secara spontan Lucky meloncat menerkam pengendara motor.

Orang tua itu selamat, tapi Lucky anjingnya terlindas motor dan perlahan-lahan tewas di tempat.

Orang tua itu menangis sedih melihat anjingnya yang tewas demi menyelamatkan dirinya.

Konser anak angkatnya akan segera dimulai, untuk menyadarkan gadis itu, penulis lagu terinspirasi oleh suara tiupan si orang tua, kemudian menulis sebuah lagu untuknya yang berjudul “Apakah ada botol kosong untuk dijual”, dan memberikan lirik lagu itu untuknya.

Dengan enggan, gadis itu membuka lirik lagu itu, dan seketika ia pun meneteskan air mata ketika menyanyikan lagu itu.

Tiba-tiba dia teringat orangtuanya yang berlari membeli sebungkus kacang di tengah teriknya panas matahari semasa kecilnya.

Akhirnya hatinya terketuk mengenang masa kecilnya, sampai di sini, dia menangis sambil terus menghapal lagu itu.

Saat akan ke panggung, dia memilih lagu ini sebagai lagu utama konsernya, namun, pada saat bersamaan, kesehatan orangtuanya juga memburuk.

Karena terlalu banyak menguras pikiran, ditambah dengan kesedihan batinnya, hingga akhirnya jatuh sakit.

Namun, orang tua itu berusaha bertahan, hanya ingin bertemu untuk terakhirnya dengan gadis itu atau anak yang dipungutnya semasa bayi.

Setelah tahu dengan kondisi ayah angkatnya, gadis itu pun berlari-lari hendak menemui orangtuanya, namun, sebelum sempat bertemu untuk terakhir kalinya, orangtuanya telah tiada.

Dari sudut matanya yang terpejam abadi tampak linangan air mata, orangtuanya telah pergi dengan membawa kesedihan.

Setelah gadis itu tiba, sekujur tubuh orangtuanya telah dingin, melihat wajah yang sedih dan hampa itu seketika membuat gadis itu menangis histeris dan berteriak dengan keras memanggil “Ayah, aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf”.

Akhirnya dia baru mengerti betapa pentingnya orangtua.

Dalam konsernya, dia menangis tersedu-sedu sambil menyanyikan lagu ” Apakah ada botol kosong untuk dijual”.

Penonton pun mulai menangis dengan lagu yang dilantunkan dari suara hatinya.

Sebuah lagu yang menggambarkan tentang perjalanan hidupnya sendiri, kali ini dia menangis terisak.

Perhatian : ”Seandainya engkau tak pernah merawatku, memberiku hidup yang hangat, dan seandainya engkau tak pernah menjagaku, akan seperti apakah nasibku ini ? Cintailah kedua orangtuamu, jangan menunggu setelah kehilangan baru menyesal!