Jurnal Harian

Badai Pasti Berlalu, dalam Cara yang Tak Terduga!

Seorang pria sedang bepergian dengan kapal, yang kemudian rusak di tengah badai dan terdampar.

Dia hampir mati, ombak membuatnya tak sadarkan diri, dan membawanya ke pulau terpencil.

Dia adalah satu-satunya manusia di tempat itu, sedih, dia meminta Tuhan untuk menyelamatkannya.

ILUSTRASI. (Internet)

Setiap hari dia melihat ke cakrawala mengharapkan bisa melihat sebuah kapal yang datang untuk menolongnya.

Suatu hari hujan turun, dan dia tidak punya tempat untuk berlindung. Kemudian dia menyusuri pantai dan menemukan sisa-sisa kapal yang karam.

Dia memutuskan untuk membuat sebuah gubuk kecil dari kayu-kayu sisa kapal tersebut.

Setelah gubuk itu selesai dibangun, badai mulai datang lagi. Petir menyambar gubuknya, dan membakarnya habis, termasuk semua barang yang ada di dalamnya.

ILUSTRASI. (Internet)

Tiada apapun yang tersisa.

Dihadapkan dengan situasi ini, dia tidak mampu menahan kesedihannya, dia berteriak ke langit:

“Bagaimana Engkau bisa melakukan ini padaku?”

Keesokan harinya dia terbangun oleh peluit dari sebuah kapal yang menuju ke pulau untuk menyelamatkannya.

“Bagaimana Anda bisa tahu bahwa saya ada di sini?” Pria itu bertanya.

“Kami melihat sinyal asapmu,” Kata pelaut menjawab.

ILUSTRASI. (Internet)

Moral: Selalu ada kemungkinan untuk memulai segalanya dari nol. Dimanapun dan pada usia berapapun kita tidak layak terbawa oleh kesedihan. Kadang muncul dalam cara yang tidak diduga, namun pasti, setelah badai datang, akhirnya cerah juga datang.