Dapatkah Kanker, AIDS dan Penyakit Mematikan Lainnya Disembuhkan Total?

Ada ilmuwan dan elit bisnis yang meramalkan, teknologi baru robot nano, sel induk dan kecerdasan buatan (AI), dimasa mendatang mungkin dapat menyembuhkan penyakit mematikan seperti kanker, AIDS dan lain sebagainya.

Namun mungkin mereka tidak berpikir secara jelas, juga mungkin tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa bagaimana perubahan umat manusia pada saat itu?

Malah barangkali manusia pada saat itu lebih bobrok daripada saat ini?

Dilihat dari sudut pandang umum, penyakit Siphilis adalah “iblis jahat”.

Dia membuat orang menderita, Penisilinlah musuh kebuyutannya dan dianggap sebagai “malaikat”.

ILUSTRASI. (i.wp.pl/a/f/jpeg/30277/600think_aids.jpeg)

Kemudian muncul iblis jahat yang lebih tinggi tingkatannya yaitu AIDS. Pertarungan antara baik dan buruk senantiasa berlangsung tiada henti.

Namun, bolehkah kita melihat masalah ini dari sudut pandang berlawanan?

Siphilis merupakan sebuah peringatan kepada manusia bahwa berperilaku semau gue akan mengalami penderitaan, jika tidak ingin menderita, sangat mudah, kendalikan hawa nafsu.

Siphilis membuat hati manusia menjadi segan dan tidak berani lagi berbuat sekehendak hati.

Munculnya penisilin membawa berita bahwa berbuat buruk tidak perlu menanggung akibatnya, dibawah perlidungannya manusia akan semakin bobrok.

Kanker juga merupakan sinyal peringatan. Umat manusia terus berupaya menaklukkan penyakit kanker dengan mengandalkan kemajuan iptek, namun tidak mengambil tindakan untuk memberantas sumber penyakit kanker yaitu pola hidup yang parah seperti keserakahan, keresahan, dendam dan benci yang berasal dari dalam hati, serta pencemaran pada air, udara dan tanah.

ILUSTRASI. (images.onhealth.com)

Bersamaan itu, sejumlah besar produk sampingan dari kemajuan iptek telah mempercepat pencemaran lingkungan dan pengeruhan hati manusia.

Jika umat manusia tetap menganggap iptek sebagai juru selamat jiwa, maka pertarungan itu akan terus berlanjut tiada hentinya, ketenangan hidup tidak akan pernah tiba.

Bukan semua penyakit merupakan peringatan naluriah, namun sebagian besar penyakit modern adalah demikian.

Pertarungan tersebut lebih dahsyat dari perkiraan sebagian besar orang. Manusia di zaman sekarang terus menciptakan virus baru, lalu melakukan perlawanan, ini bagaikan lingkaran setan yang sulit untuk dihentikan.

Orang Barat menganggap penyakit terbagi menjadi 3 jenis. Jenis pertama adalah penyakit evolusioner, ambil contoh penyakit darah tinggi.

Ketika mamalia (binatang menyusui, termasuk manusia) masih merangkak, tekanan darahnya lebih stabil, setelah melalui proses evolusi dan berhasil berdiri, maka demi mensuplai darah ke bagian otak, maka tekanan darahnya harus diperkuat, pembuluh darah mulai menerima tekanan seperti itu.

Jenis ke-2 adalah penyakit beradab. Misalnya penyakit Diabetes. Dahulu gula yang dikonsumsi manusia didapatkan dari makanan alami, tidak perlu Insulin, tubuh manusia melakukan metabolisme secara alamiah.

Manusia modern sekarang mengonsumsi gula putih atau gula merah, yang membutuhkan insulin untuk bermetabolisme.

Mengonsumsi gula secara jangka panjang dan dalam jumlah besar, beban metabolisme insulin semakin berat, gula mulai masuk ke dalam aliran darah, inilah yang disebut kadar gula tinggi.

Penyakit evolusioner jika ditelusuri dari zaman dahulu hingga sekarang terdapat 11 jenis penyakit. Penyakit beradab yang dapat ditelusuri dari catatan sejarah terdapat 300-400 jenis.

Sedangkan penyakit jenis ke-3, adalah penyakit Iatrogenik (penyakit yang timbul dari pengobatan), sudah tercatat 40.000 jenis lebih. Ini merupakan sejenis penyakit modern yang yang paling umum terjadi dan yang paling serius.

Penyakit iatrogenik berasal dari perkembangan pengobatan ala Barat, misalnya antibiotik, ia diciptakan untuk dimasukkan ke dalam tubuh, membantu manusia membunuh apa yang disebut “sel berbahaya”.

Jika dalam jangka panjang menggunakan antibiotik, dari dalam tubuh akan muncul “sel berbahaya” lainnya yang memiliki antibodi.

Maka harus dilakukan riset baru demi menemukan antibiotik yang baru untuk melawannya.

Dari proses seperti itu terbentuklah semacam sirkulasi maut, terus-menerus malakukan riset demi menemukan antibiotik baru untuk melawan “sel berbahaya” jenis baru.

Hingga sekarang puluhan ribu penyakit semuanya berhubungan dengan hal ini, boleh dikata mereka dipelihara oleh perilaku manusia sendiri, ia merupakan saudara kembar iptek.

Menurut sebuah survei yang terus ditelusuri selama 9 tahun, dewasa ini suku primitif Indian Amerika Utara, jenis penyakit yang mereka derita seluruhnya hanya puluhan saja.

Sangat jarang ditemukan penyakit beradab atau penyakit Iatrogenik, dan mereka tidak menggunakan obat-obatan Barat, pada dasarnya mereka tidak pernah menderita penyakit berat.

Cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, mungkin bukan ditujukan pada penyakit itu sendiri, melainkan berusaha mengatasi sumber awal timbulnya penyakit, yaitu mengubah suasana hati dan pola berperilaku.

Seiring terjadinya perubahan tersebut, maka hati manusia akan berpaling pada kebajikan, kembali berperilaku benar dan positif, serta kembali pada tradisi, yakinlah bahwa ini barulah jalan keluar yang sejati.