Unik

Babi Laut ‘Aneh’ Ini Mampu Menyedot Dasar Samudra, Sementara Kakinya Bisa ‘Mencium’ Makanan

Sementara banyak makhluk laut dalam yang telah ditemukan terlihat cukup menakutkan, ada juga beberapa yang tampak imut, seperti makhluk yang mirip dengan “babi laut” ini.

Jika melihat sekilas babi laut ini, Anda mungkin berpikir hewan ini berwarna hampir merah muda dengan kaki kecilnya yang terlihat sangat gemuk dan menggemaskan.

Makhluk-makhluk aneh ini, yang entah bagaimana digolongkan sebagai jenis teripang, sebenarnya adalah penyedot dasar samudra, yang hidup 1.000 meter di bawah permukaan laut.

(Foto : Imgur)

Babi laut, yang dikenal sebagai Scotoplanes globosa, memakan mikroorganisme dengan mengekstraksinya dari lumpur laut.

“Kaki” mereka digunakan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut mereka.

Babi laut ini juga makan makanan yang telah jatuh dari permukaan laut, dan mereka kadang berkumpul bersama untuk berpesta dengan sesama babi laut … di bagian mana dasar laut membutuhkan penyedotan yang baik.

(Foto : Imgur)

“Antena” di kepalanya juga terdapat kaki ini membantu mendorongnya ke depan saat berada di air.

Diyakini bahwa kaki ini juga memiliki fungsi sensorik yang membantunya mendeteksi adanya makanan lezat.

(Foto : Imgur)

Menurut wired.com, seorang ahli biologi kelautan David Pawson dari Museum Nasional Sejarah Alam mengatakan, “Hewan itu dapat menyedot area lumpur yang memiliki kandungan organik lebih tinggi, sehingga Anda bisa sering menemukannya bersama dengan gerombolan babi laut lain di area lumpur yang memiliki kandungan organik tinggi.”

(Foto : Imgur)

Dia juga menggambarkan bagaimana mekanisme tubuh babi laut seperti cacing tanah.

“Mereka mengolah lumpur laut dalam dan membuatnya layak untuk dikonsumsi hewan lain karena mereka mampu mendapatkan jumlah oksigen tinggi yang ada di dalamnya,” katanya.

Makhluk itu banyak ditemukan di sebagian besar lautan dunia, kecuali bagian utara Samudra Atlantik, laut Amerika Tengah dan Selatan, dan bagian timur Samudera Pasifik.

(Foto : Imgur)

Babi laut bukanlah spesies yang terancam punah. Mereka pertama kali ditemukan pada tahun 1882 oleh ahli zoologi Swedia Hjalmar Théel, dan menghasilkan lebih dari 95 persen berat total hewan di dasar laut dalam.

(Foto : Imgur)

Jika Anda merasa makhluk ini sangat menggemaskan dan menginginkan mereka sebagai hewan peliharaan, Anda mungkin perlu mencari mangkuk ikan yang berukuran sangat dalam.