Normalkah jika masih mencintai sang mantan?

Hati memang tak bisa diprediksi, apalagi soal jatuh cinta. Kamu tak bisa memilih siapa yang akan membuatmu jatuh cinta, termasuk kapan perasaan cinta itu akan hilang. Biasanya ketika sudah putus, secara alami perasaan itu akan hilang sendiri. Tapi bagaimana jika ternyata setelah putus kamu masih cinta?

Wajarkah masih menyimpan rasa saat sudah tak lagi bersama? Ahli percintaan dan psikoterapis Fran Walfish, Psy.D., mengatakan bahwa semua itu tergantung dari kategori trauma yang dimiliki setiap orang. Setiap orang bisa saja masih menaruh hati pada mantannya karena pengalaman cinta yang dialami tidak lebih menyakitkan hingga membuatnya benci.

Namun tentu saja, ketika memang sudah tidak ditakdirkan bersama, alangkah baiknya jika memilih untuk move on. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk bisa menyembuhkan luka hati dan let him go adalah seperti ini.

Gunakan imajinasimu

Bentuklah selalu pemikiran positif tentang hidup single dan bentuk pemikiran bahwa kamu lebih baik tanpanya. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan saat sendiri dan menemukan banyak hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

Lepaskan amarah

Akan selalu ada perasaan marah saat putus cinta, entah terhadap dirinya atau dirimu sendiri. Maka luapkan amarah tersebut, baik secara verbal maupun tindakan. Kamu bisa menangis sejadi-jadinya, berteriak di tempat sepi atau cari teman curhat. Sangat penting meluapkan perasaan negatif setelah putus untuk menjaga keseimbangan mental dan pikiran.

Tuliskan perasaanmu

Jika tak pandai mengungkapkan perasaan dan tak ingin orang lain mengetahuinya, kamu bisa menuliskannya pada selembar kertas atau e-mail. Tentu tak perlu dikirimkan, hanya saja cara ini sangat bisa membantumu meluapkan perasaan sehingga membuatmu lega. Dengan keluarnya semua kata yang ingin kamu ucapkan, akan lebih mudah melepasnya pergi.

Meditasi

Buat dirimu sendiri tenang, kalem dan bersihkan pikiran setelah putus. Karena ketika cintamu terlalu besar untuknya, besar kemungkinan kamu akan sulit melupakan. Bahkan merasa kenangan bersamanya terlalu manis hingga kamu sulit membencinya. Beri waktu diri sendiri untuk melepasnya pergi dengan cara meditasi.

Meski masih mencintai mantan itu wajar, tapi ada baiknya jika kamu tak lagi mencintai dirinya yang sudah pergi, agar tak perlu mengingat mantan lagi dan bisa hidup lebih baik tanpa harus memiliki perasaan rindu yang tak seharusnya dimiliki.