Seorang gadis kecil terancam cacat setelah melukis tato Henna

Kewaspadaan terhadap bahaya pemakaian henna sepertinya harus mulai ditingkatkan. Kali ini, korbannya menimpa seorang gadis belia yang sedang berlibur ke Mesir bersama keluarganya.

Acara keluarga yang bahagia berubah menjadi duka, setelah sang anak mengalami lecet-lecet di sekujur lengannya. Hal itu terjadi sebagai reaksi alergi terhadap pewarna henna yang digunakan sebagai tatto temporer di lengan.

Martin, seorang Manajer Royal Mail mengatakan bahwa ia berlibur demi menyenangkan istrinya, Sylvia dan kedua anaknya Sebastian dan Madison. Mereka berencana untuk tinggal di sana hingga awal minggu kedua.

Meskipun Sylvia harus dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi kantung empedu namun semuanya masih berjalan baik-baik saja. Keluarga itu bahkan tak keberatan untuk menghabiskan dua hari liburan mereka di rumah sakit.

Sebagai hadiah karena dua anaknya telah bersabar dan berperilaku baik, Martin memutuskan untuk memperbolehkan kedua anaknya memiliki tato henna hitam. Tapi, tak lama setelah pulang ke rumahnya pada tanggal 25 Juli lalu terjadi hal yang tak mereka sangka.

Sekujur kulit di bawah tato Madison mulai menggelembung. Dijelaskan Martin jika putrinya yang baru berusia 7 tahun berpotensi terluka seumur hidup setelah memakai henna hitam itu.

“Tato itu dilakukan di salon hotel dan mereka mengklaim itu bukan `pacar`. Dia memiliki lecet dari jarinya ke siku dan sangat kesakitan. Kami sama sekali tidak sadar akan bahaya dan saya pikir mereka harus memperingatkan hal ini di dalam brosur,” ungkap Martin dilansir dari Viral4real.

Martin menyalahkan dirinya karena tidak mengetahui bahaya yang akan ditimbulkan. Tapi, dia juga mengatakan bahwa salon juga salah. Lantaran telah menggunakan bahan kimia berbahaya pada anak-anak.

Madison dibawa ke rumah sakit, namun saat dokter mencoba melepaskan kulit yang lecet-lecet sepertinya terlalu tebal. Sehingga dibutuhkan tindakan untuk memisahkan dari kulitnya.

“Mereka memutuskan untuk merawat kulit dengan mengeluarkan lecet, sehingga mereka bisa mengakses kulit yang terbakar di bawahnya. Mereka pikir bisa meredam lecet dan menggosoknya tapi itu tak mungkin karena terlalu tebal sehingga harus memotongnya,” lanjutnya.

Penambahan paraphenylenediamine (PPD) menjadi pewarna henna dan potensi zat kimia alergen menyebabkan reaksi hipersensitif pada kesehatan.

PPD adalah bahan kimia oksidatif yang digunakan di banyak rumah dan salon produk mewarnai rambut permanen. Artist tato hennna biasanya terus menambahkan PPD ke henna alami dalam praktiknya untuk membuat gambar cepet kering dan bertahan lebih lama hasilnya