Ada beberapa cara supaya kita tidak terlalu menilai orang lain

Jurnalteman | Ada beberapa cara supaya kita tidak terlalu menilai orang lain

Di luar usaha maksimal kita menahan diri, kita semua pernah nge-judge atau menghakimi orang lain. Mungkin dari hal kecil, menilai orang di transportasi umum, menilai artis di medsos sampai jadi komentar yang panjaaaang sekali. Atau untuk isu yang besar buat kita, kayak ngeliat seseorang menyakiti hati kita tanpa dia mikirin perasaan kita.

Seorang psikolog dan guru meditasi Tara Brach bercerita:

“Bayangkan kamu jalan melewati kayu-kayu dan melihat seekor hewan kecil, anggaplah anjing (puppy) yang lucu dan terlihat menggemaskan. Kamu mendekat dan bergerak untuk mengelus hewan itu. Namun tiba-tiba, dia menggeram dan mencoba menggigitmu. Akhirnya hewan itu jadi gak keliatan lucu lagi, malah justru membuatmu takut dan kemungkinan kamu malah ikut marah. Trus ketika ada angin berhembus, daun-daun di tanah ikut terbawa pergi dan kamu lihat anjing itu memiliki salah satu kakinya tertangkap dalam jebakan. Akhirnya kamu tahu deh, kalau anjing lucu tersebut kenapa bisa agresif karena sebenarnya dia lagi kesakitan, terluka, dan tersiksa.”

Trus apa yang bisa kita pelajari dari cerita ini? : Bagaimana caranya supaya kita gak terlalu menghakimi orang lain?

1. Jangan salahkan dirimu sendiri.

Secara insting, kita terpogram untuk bertahan hidup. Bila kita melihat seekor anjing (atau seseorang) yang mungkin menggigit kita (secara harafiah atau metaforis ya Gan), tentu kita merasa terancam. Kita pun bersikap fight-fight-freeze, dan gak bisa melihat berbagai kemungkinan di balik perilaku orang.

2. ‘Be Mindful’ (Berpikir/Menyadari)

Meskipun penilaian adalah naluri alami, cobalah untuk menguasai diri sendiri sebelum bicara, atau saat menulis komentar jahat ke orang lain. Karena kata-kata yang sudah kamu lontarkan tidak akan bisa kembali lagi. ‘Pause’-lah. Lihatlah apakah kamu bisa mengerti, si orang ini sedang atau baru saja mengalami apa. Cobalah untuk memparafrasekan pikiran kritis yang ada di kepala Agan jadi kalimat yang positif, atau setidaknya netral Gan.

Bagaimanapun, seperti anjing yang terjebak tersebut, kita benar-benar gak tahu apa alasan di balik sikap dan perilaku seseorang.

3. Jangan Dibawa Personal

Kalo ada orang yang gak setuju sama kita, atau entah bagaimanapun membuat hidup kita semakin sulit, ingatlah kalau itu bukan tentang kita Gan. Bisa aja itu tentang rasa sakit mereka atau perjuangan mereka sedang berat.

Mengapa tidak memberi orang lain keuntungan dari keraguan? “Jangan pernah menyepelekan luka yang dialami seseorang,” kata Will Smith, “karena kalau semua orang jujur, semua orang sedang berjuang. Beberapa orang hanya lebih baik dalam menyembunyikannya di depan orang lain.”

4. Lihatlah dengan perspektif kebaikan

Ini perlu latihan, dan karena secara natural pikiran kita dengan cepat melihat hal yang negatif, tapi kalau kita coba lagi, kita bakal menemukan kebaikan dalam diri orang lain.

5. Ulangi Kata-kata ini “Sama Kayak Saya”

Inget deh, kita tuh lebih banyak kesamaan ketimbang perbedaan. Ketika ane mulai mau kritik seseorang, ane coba mengingatkan diri sendiri kalo orang lain mencintai keluarganya sama kayak saya, dan ingin bahagia serta bebas dari penderitaan, sama kayak saya. Dan hal yang paling penting, orang lain juga melakukan kesalahan, sama seperti saya.

6. Menempatkan Diri Kita di Posisi Dia

Ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak kalian sukai, coba pikirkan kalau mungkin saja mereka sedang mencari solusi dari masalah-masalahnya, dengan cara yang berbeda dari yang mau saya lakukan. Atau mungkin mereka sedang mengalami fasenya sendiri dalam hidupnya. Nah ini tips untuk mulai berpikiran terbuka dan menerima perilaku orang lain.

Seperti yang Dalai Lama katakan: “Orang lain mengambil jalan yang berbeda dalam mencari kebahagiaan dan kepuasan batin. Hanya karena mereka gak berada di jalan yang sama, bukan berarti mereka tersesat.”

7. Lihat Dulu Perilaku Kita

Terkadang, kita menghakimi seseorang untuk sesuatu yang juga kita lakukan ke diri sendiri, atau sesuatu yang sudah pernah kita lakukan. Contohnya, kalau lain kali Agan berteriak ke pengemudi lain di jalan, coba tanyakan ke diri sendiri dulu, “Apakah saya pernah menyetir seburuk itu sebelumnya?” Pastinya, kita pernah sekali kaya gitu (apalagi di saat kepepet).

8. Edukasi Diri Sendiri

Ketika orang lain melakukan hal yang menyebalkan, mungkin saja mereka menyembunyikan disabilitas (ketidakmampuan karena alasan khusus) mereka. Contohnya, seseorang dengan kemampuan sosial yang buruk, mungkin saja mereka memiliki sindrom Asperger.

Jadi ketika seseorang mulai menginvasi area personal Agan (seperti yang dilakukan Asperger), ingat lagi, ini bukan tentang kamu. Albert Einstein mengatakan, “Semua orang itu jenius. Tapi kalau kamu menghakimi kemampuan seekor ikan dalam memanjat pohon, seekor ikan itu sepanjang hidup akan berpikir kalau dirinya bodoh.”

9. Beri Seseorang Kesempatan

Ada yang mengatakan, gak ada seorang pun yang terbangun di pagi hari dan bertekad, “Saya mau jadi brengsek hari ini.” Kebanyakan dari kita pastinya berpikir, gue mau berusaha maksimal dengan sarana yang ada sekarang.

10. Merasa Senang dengan Diri Sendiri

Brene Brown mengatakan: “Ketika saya sudah merasa senang dengan diri saya sendiri (sudah tenang dan tidak ragu dengan diri saya sendiri), saya enggak berminat untuk menghakimi pilihan yang diambil orang lain. Ketika saya merasa senang dengan bentuk tubuh saya, saya enggak akan melecehkan bentuk tubuh orang lain sebagai bentuk pelampiasan akan kekurangan dirinya sendiri yang dirasakan.”

Pada akhirnya, ingatlah kalau menghakimi/menghujat orang lain tidak menentukan siapa orang yang kamu hujat, melainkan menunjukkan siapa kamu sesungguhnya.

Repost : KASKUS.CO.ID