Dipanggil KPK Terkait Korupsi Bupati Banyuasin 8 Polisi Mangkir

JURNALTEMAN | Dipanggil KPK Terkait Korupsi Bupati Banyuasin 8 Polisi MangkirJURNALTEMAN | Dipanggil KPK Terkait Korupsi Bupati Banyuasin 8 Polisi Mangkir

JURNALTEMAN | Dipanggil KPK Terkait Korupsi Bupati Banyuasin 8 Polisi Mangkir, JAKARTA - Delapan pejabat kepolisian tercatat tidak menghadiri panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Banyuasin.

Ketidakhadiran delapan pejabat polisi itu berlangsung pada pemeriksaan penyidik pekan lalu sejak 22-24 Desember 2016. Sedianya, ‎delapan polisi itu akan dimintai keterangan untuk tersangka Bupati nonaktif Banyuasin, Yan Anton Ferdinan.

"Saksi-saksi tersebut tidak datang. Benar (dijadwalkan pemeriksaan) dari tanggal 22 - 24 jadwalnya," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (28/12/2016).

Delapan pejabat polisi yang tidak hadir dalam pemeriksaan KPK yakni Irjen Djoko Prastowo, mantan Kapolda Sumatera Selatan, ‎Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga, mantan Dirkrimum Polda Sumsel. Selanjutnya, AKBP Prasetyo Rahmat Purboyo, mantan Kapolres Banyuasin, AKBP Hari Brata, mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Richard Pakpahan, mantan Kasubdit I Ditrsekrimum Polda Sumsel.

AKBP Imron Amir, mantan Kasubdit III Ditreskrimsus‎ Polda Sumsel, AKP Masnoni, serta seorang Brigadir Chandra Kalevi.‎ Saat ini, diketahui berkas perkara Yan Anton dinyatakan lengkap dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor (PN Tipikor) Palembang untuk segera disidang.

Yan Anton sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan. Yan diduga menjanjikan sebuah proyek di Dinas Pendidikan Banyuasin kepada pengusaha, Zulfikar, yang merupakan direktur CV PP‎.