Natal Dan Tahun Baru Anjing Pelacak Dikerahkan Jaga Bandara Adisucipto

JURNALTEMAN | Natal Dan Tahun Baru Anjing Pelacak Dikerahkan Jaga Bandara AdisuciptoJURNALTEMAN | Natal Dan Tahun Baru Anjing Pelacak Dikerahkan Jaga Bandara Adisucipto

JURNALTEMAN | Natal Dan Tahun Baru Anjing Pelacak Dikerahkan Jaga Bandara Adisucipto, SLEMAN - Pengamanan Bandara Adisucipto Yogyakarta diperketat jelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Tak hanya petugas dan peralatan elektronik, anjing pelacak juga diterjunkan ke lokasi.

"Kita juga gunakan anjing pelacak yang sudah terlatih untuk pengamanan bandara," ujar Komandan Lanud Adisucipto Yogyakarta, Marsma TNI AU Novyan Samyoga pada wartawan, Kamis (22/12/2016).

Anjing tersebut, sambungnya, sudah cukup terlatih dalam mendeteksi narkoba dan bahan peledak. Terlebih, sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan seiring ditangkap beberapa orang yang diduga teroris oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

"Ancaman teroris menjadi perhatian serius kita bersama, seperti dibeberapa tempat kemarin," katanya.

Begitu juga dengan tindakan kriminal, misalnya penyelundupan narkoba. Meski sudah memiliki peralatan memadai, namun upaya pencegahan dengan menerjunkan anjing pelacak perlu dilakukan.

"Anjing pelacak itu sangat membantu jika ada gangguan yang mungkin bisa terjadi setiap saat," tandasnya.

Selain pengamanan diperketat, pihak keamanan bandara juga membuka posko terpadu. Posko itu dijaga secara bersama oleh instransi terkait, mulai dari TNI AU, Kepolisian, Basarnas, PMI, serta relawan.

General Manager Angkasa Pura Adisucipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, kepadatan penguna jasa penerbangan dari dan ke Yogyakarta sudah terjadi sejak 18 Desember 2016.

"Sejak H-7 Natal lalu sudah cukup padat. Rata-rata ada sekitar 22.500 penumpang pesawat perhari. Sebelum liburan (anak sekolah,red) ada sekitar 18-20 ribu penumpang pesawat perhari," tandasnya.

Puncak lonjakan penumpang terjadi pada H+2 Natal dan H+2 Tahun Baru yang jumlahnya sekitar 23.000 penumpang. Pihaknya sudah menambah tiga penerbangan untuk maskapai Citylink, Nam Air, dan Sriwijaya sejak beberapa waktu lalu.

"Ada tiga penerbangan tambahan, itu sudah dimulai sejak 9 Desember hingga 8 Januari 2017," katanya.

Saat ini, kata dia, setiap hari ada 155 pesawat komersial yang melakukan penerbangan dan pendaratan di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Jumlah itu sudah bertambah dengan tiga maskapai pesawat terbang.

Untuk diketahui, bandara ini juga dipergunakan untuk latihan penerbangan dari TNI AU selain dipergunakan maskapai pesawat komersial. Akibatnya, tak sedikit pesawat komersial harus mengantre saat turun di bandara ini, jika berbarengan dengan latihan dari TNI AU.