Koalisi Saudi Akui Salah Informasi Terkait Serangan Pemakaman Yaman

JURNALTEMAN | Koalisi Saudi Akui Salah Informasi Terkait Serangan Pemakaman YamanJURNALTEMAN | Koalisi Saudi Akui Salah Informasi Terkait Serangan Pemakaman Yaman

JURNALTEMAN | Koalisi Saudi Akui Salah Informasi Terkait Serangan Pemakaman Yaman, RIYADH – Tim penyelidik Joint Incidents Assessment Team (JIAT) akhirnya menerbitkan temuan mereka dalam insiden serangan udara koalisi Arab Saudi ke sebuah gedung pemakaman Yaman. Hasilnya, koalisi Saudi diduga menerima informasi yang salah.

Sebagaimana diberitakan, sebuah gedung pemakaman di Sanaa diterjang serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi. Sedikitnya 140 orang tewas dan 600 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Koalisi Saudi dikritik keras berbagai pihak atas aksi tersebut.

Sebagaimana diberitakan The Guardian, Minggu (16/10/206), koalisi Arab Saudi mengakui kesalahan informasi yang diterima. Sebuah pihak yang tidak jelas asal-usulnya diyakini telah memberi informasi intelijen palsu tersebut.

JIAT menemukan, pihak tersebut memberikan informasi bahwa pemimpin teras kelompok militan Houthi akan berkumpul di gedung pemakaman tersebut pada 8 Oktober 2016. Mereka menyebut target tersebut sah secara militer. Pusat operasi udara di Yaman yang menerima informasi tersebut langsung melancarkan serangan udara tanpa persetujuan dari komandan koalisi.

Koalisi Arab Saudi menggempur Yaman demi membantu Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi melawan kelompok militan Houthi. Beberapa kali serangan udara koalisi Saudi dianggap melakukan kejahatan perang karena menjadikan sekolah dan infrastruktur publik sebagai target.

Serangan ke arah gedung pemakaman tersebut mendapat kritik luas dari berbagai pihak. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan tersebut. Kanada meminta agar penyelidikan segera dilakukan. Sementara Inggris mendesak agar temuan tersebut segera dipublikasikan.