JURNALTEMAN | HARI TANI NASIONAL Petani Harus Manfaatkan Teknologi Tepat Guna

Jurnal Harian

JURNALTEMAN | HARI TANI NASIONAL Petani Harus Manfaatkan Teknologi Tepat GunaJURNALTEMAN | HARI TANI NASIONAL Petani Harus Manfaatkan Teknologi Tepat Guna

JURNALTEMAN | HARI TANI NASIONAL Petani Harus Manfaatkan Teknologi Tepat Guna, PONTIANAK – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat terus mendorong gabungan kelompok tani (Gapoktan) di daerah tersebut untuk menerapkan teknologi tepat guna dalam meningkatkan produktifitas hasil pertanian dan peternakannya.

Upaya yang dilakukan mulai dari teknik pengembangbiakan ternak sapi potong melalui metode inseminasi buatan (IB) dan intensifikasi kawin alam (Inka) hingga pada pembuatan pakan ternak dan pupuk organik dari limbah kotoran ternak untuk dijadikan pupuk tanaman. Beberapa metode tersebut tengah gencar disosialisasi oleh Bidang Peternakan Dispertanak di sejumlah kecamatan.

“Dalam sosialisasi itu kita langsung minta para Gapoktan untuk praktik langsung, seperti praktik pembuatan pakan ternak dan pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran ternak. Ini semua untuk mendukung swasembada daging 2017,” kata Kabid Peternakan Dispertanak Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (24/9/2016).

Maryatiningsih menyebutkan, sasaran sosialisasi dan pelatihan itu yakni semua anggota Gapoktan di Kecamatan Hulu Gurung dan Kecamatan Boyan Tanjung. “Kelompok-kelompok ini yang mendapat bantuan ternak sapi baik dari dana APBN maupun APBD,” kata Ningsih.

Kemudian, kata Ningsih, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kehamilan sapi, pemberian obat cacing, dan vitamin bagi ternak yang kurang sehat serta pengambilan sampel darah dan feses sapi. “Pelatihan langsung di lapangan atau lokasi ternak sapi ini agar ke depannya Gapoktan bisa menerapakan menanam hijauan makanan ternak yang unggul,” paparnya.

Menurut Ningsih, selain sebagai makanan yang menyehatkan ternak, hal itu juga untuk antisipasi musim kering dan kesibukan petani. Untuk itu, ia meminta teknologi tepat guna yang sudah disampaikan dan dipraktik langsung oleh anggota Gapoktan itu bisa diimplementasikan secara berkelanjutan.

“Karena metode ini memiliki prospek yang bagus untuk pengembangan pertanian dan peternakan khususnya sapi di Kapuas Hulu,” pungkasnya.

Jurnal Harian
Mantap Jiwa! 8 Tahun Lamanya, “Bule Perancis” Ini Mengabdikan Hidupnya Untuk Bantu Masyarakat Sumba: Saya Ingin Mati Di Sini!

Namanya Andre Graff, usianya kini 56 tahun. Delapan tahun lalu ia datang sebagai turis ke Sumba. Mata hatinya terbuka melihat tanah yang gersang dan kesederhanaan kehidupan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Ia mulai mencari cara untuk mencari sumber air dari tanah dan menggalinya. Perjuangannya pun cukup sulit. Ia datang pertama …

Jurnal Harian
Jangan Minum Air Saat Duri Ikan Tersangkut di Tenggorokan, Sebaiknya Segera Lakukan Seperti Ini ! Banyak Kasus yang Fatal Karenanya

Tahukah Anda cara mengatasi duri ikan yang tersangkut di tenggorokan? Apa yang sebaiknya dilakukan jika kebetulan duri ikan tersangkut di tenggorokan ? Pertama, jangan lagi menelan apa pun, jangan minum air, tarik keluar jika memang masih bisa dikeluarkan, kalau tidak sebaiknya segera ke dokter! Coba minta bantuan orang lain untuk …

Berita Hiburan
Tempat-tempat Liburan Terbaik di Uluwatu, Bikin Jatuh Hati

Siapa sih yang nggak suka liburan ke Bali? Semua orang pasti bahagia kala menghabiskan waktu liburan di pulau yang dijuluki sebagai surga dunia ini. Apalagi kalau tujuan wisatanya di kawasan Uluwatu, hmm…dijamin langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ke salah satu tempat wisata terbaik di Bali ini. Sudah dapat tempat …