JURNALTEMAN | Kasus Haris Azhar Bukan Pencemaran Nama Baik

JURNALTEMAN | Kasus Haris Azhar Bukan Pencemaran Nama BaikJURNALTEMAN | Kasus Haris Azhar Bukan Pencemaran Nama Baik

JURNALTEMAN | Kasus Haris Azhar Bukan Pencemaran Nama Baik,┬áJAKARTA – Tim Pencari Fakta Gabungan (TPFG) sudah menyelesaikan tugasnya, mengusut testimoni Freddy Budiman terkait dugaan aliran dana Rp90 miliar ke pejabat Mabes Polri.

Testimoni tersebut disampaikan Freddy saat bertemu Koordinator KontraS, Haris Azhar, yang kemudian menuangkannya dalam tulisan hingga menyedot perhatian publik. Akibat tulisannya tersebut, Haris Azhar dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, laporan Haris Azhar akan tetap diproses lebih lanjut dengan prinsip berkeadilan.

“Nanti kita lihat ada mekanise restorative justice, mekanisme penegakan hukum juga bisa kita lakukan,” kata Tito di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (16/9/2016).

Menurut Tito, kasus Haris lebih tepat dikaitkan dengan Pasal UU ITE, ketimbang pencemaran nama baik.

“Nanti kita akan lihat seperti apa langkah-langkahnya apakah dengan cara restorative justice kemudian apakah kasus ini bisa berlanjut ke ranah ITE. Saya ulang ITE, bukan pencemaran nama baik, nanti kita lihat setelah membaca laporannya nanti,” tukasnya.