Penemuan Virus Zika di Jambi lantaran Wabah Demam Berdarah

Jurnal Harian

Penemuan Virus Zika di Jambi lantaran Wabah Demam BerdarahBeberapa sampel nyamuk yang akan diteliti di “pabrik nyamuk” di Pulau Shazai, Guangzhou, Cina, 28 Juli 2016. Dengan merekayasa nyamuk jantan dengan bakteri jenis Wolbachia, diharapkan mampu untuk mencegah penyebaran virus Zika dan demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. REUTERS

Jurnalteman.com, Jakarta – Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh menyatakan virus zika pernah ditemukan di Provinsi Jambi. Penemuan virus zika di Jambi berawal ketika terjadi wabah demam berdarah pada akhir 2014-April 2015.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman meneliti wabah demam berdarah itu. Penelitian melalui pengambilan sampel darah menemukan satu kasus positif zika. “Ditemukan pada seorang laki-laki yang telah melakukan perjalanan dari Amerika Latin (Brasil),” ucapnya kepada Tempo di Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2016.

Subuh membantah bahwa zika yang dibawa nyamuk Aedes aegypti saat ini menyerang warga Suku Anak Dalam di Jambi. Ia mengatakan zika yang pernah ditemukan di Jambi tidak menyebar dan menjadi wabah. Nyamuk Aedes aegypti memang berada di semua wilayah di Indonesia. Sebab, Indonesia bersifat endemis terhadap virus demam berdarah yang dibawa nyamuk itu.

Menurut Subuh, warga Suku Anak Dalam di Jambi cenderung berpotensi terkena malaria. “Konsentrasi pada masyarakat-masyarakat pedalaman justru terkait dengan malaria,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan juga telah mengeluarkan surat edaran ke semua rumah sakit untuk memeriksa pasien-pasien yang positif demam berdarah. Tujuannya adalah memastikan ada-tidaknya virus zika. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak April 2016.

Subuh memastikan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium itu, belum ditemukan kasus positif zika pada manusia. “Tapi, pada nyamuk, kami belum tahu,” tuturnya.

Jurnal Harian
Mantap Jiwa! 8 Tahun Lamanya, “Bule Perancis” Ini Mengabdikan Hidupnya Untuk Bantu Masyarakat Sumba: Saya Ingin Mati Di Sini!

Namanya Andre Graff, usianya kini 56 tahun. Delapan tahun lalu ia datang sebagai turis ke Sumba. Mata hatinya terbuka melihat tanah yang gersang dan kesederhanaan kehidupan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Ia mulai mencari cara untuk mencari sumber air dari tanah dan menggalinya. Perjuangannya pun cukup sulit. Ia datang pertama …

Jurnal Harian
Jangan Minum Air Saat Duri Ikan Tersangkut di Tenggorokan, Sebaiknya Segera Lakukan Seperti Ini ! Banyak Kasus yang Fatal Karenanya

Tahukah Anda cara mengatasi duri ikan yang tersangkut di tenggorokan? Apa yang sebaiknya dilakukan jika kebetulan duri ikan tersangkut di tenggorokan ? Pertama, jangan lagi menelan apa pun, jangan minum air, tarik keluar jika memang masih bisa dikeluarkan, kalau tidak sebaiknya segera ke dokter! Coba minta bantuan orang lain untuk …

Berita Hiburan
Tempat-tempat Liburan Terbaik di Uluwatu, Bikin Jatuh Hati

Siapa sih yang nggak suka liburan ke Bali? Semua orang pasti bahagia kala menghabiskan waktu liburan di pulau yang dijuluki sebagai surga dunia ini. Apalagi kalau tujuan wisatanya di kawasan Uluwatu, hmm…dijamin langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ke salah satu tempat wisata terbaik di Bali ini. Sudah dapat tempat …