Inilah Isi Teks Proklamasi & Sejarah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 45, Dirgahayu HUT RI Ke 71

Jurnalteman.com – Video Youtube Sejarah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 45 & Isi Teks Proklamasi – Hanya tinggal menghitung hari bangsa Indonesia akan menyambut HUT (Hari Ulang Tahun) RI Ke-71, tepatnya hari rabu, 17 Agustus 2016 yang akan datang. HUT Kemerdekaan RI pastinya tidak akan terlepas dengan adanya pembacaan teks proklamasi yang secara langsung dibacakan oleh Presiden dan wakil Presiden Pertama, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Sehingga tak ada salahnya apabila kita melihat kembali sejarah supaya jiwa patriotisme kita semakin kuat.

Teks Proklamasi: bermula saat tanggal 6 Agustus 45, terjadi sebuah ledakan bom atom yang waktu itu sengaja dijatuhkan oleh sekutu Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang. sehingga secara tidak langsung membuat Jepang ketar-ketir dan angkat kaki dari Indonesia yang sedang mereka jajah. Sekitar tanggal 9 Agustus 1945 Amerika untuk kedua kalinya menjatuhkan Bom atom di Kota Nagasaki, Jepang sampai-sampai Jepang pun kalah dan takluk pada Amerika juga sekutunya. Sehingga, hal ini membuat Indonesia untung.

Tanpa pikir panjang, Presiden Soekarno, wakil Presiden Bung Hatta yang didampingi oleh Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke kota Dalat, kota yang ada di sebelah timur laut Saigon, Vietnam mereka bertemu denga Marsekal Terauchi. hal ini dilakukan karena pasukan Jepang alami kebangkrutan dan akan menyerahkan kemerdekaan sepenuhnya bangsa Indonesia. Pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir pun bersama para pejuang langsung mempersiapkan kemerdekaan RI yang berada dibawah naungan sebuah teks Proklamasi Kemerdekaan RI.

Pada tanggal 12 Agustus 45, Jepang diwakili Marsekal Terauchi bertempat di Dalat, Vietnam, mengatkan dengan tegas pada Presiden Soekarno, Hatta dan Radjiman jika Jepang secepatnya akan angkat kaki dari Indonesia dan memberikan kemerdekaan penuh dan untuk pembacaan teks proklamasi akan dibacakan dengan segera. Pada awalnya pihak Jepang ingin jika Indonesia merdeka pada tanggal 24 Agustus 1945 akan tetapi Sutan Syahrir terus mendesak agar Presiden Soekarno dapat secepatnya membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI karena ditakutkan Jepang inkar janji.

Secara resmi Jepang menyerang pada Amerika dan sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, dan mendengar hal ini Golongan muda Indonesia yang sudah mengetahu jika Jepang menyerah, langsung mendesak pada golongan tua supaya secepatnya memproklamasikan kemerdekaan RI. namun, permintaan tersebut tak bisa dilakukan karena jangan sampai gegabah.

Presiden dan wapres disertai Soebardjo akhirnya menuju ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, yng ada di jalan Imam Bonjol Nomor 1, Maeda langsung sambut kedatangan mereka dan pada pagi harinya Presiden Ir. Soekarno bersama Drs. Moch. Hatta langsung mempersiapkan pertemuan bersama PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan pada jam 10 pagi, tanggal 16 Agustus 1945 dipersiapkan teks proklamasi, namun gagal karena adanya peristiwa Rengasdengklok.

Singkat sejarah, Proklamasi RI tersebut penyusunan pada teks Proklamasi dilakukan oleh Presiden Soekarno, Moch. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan Soekarni, B.M. Diah, Sudiro juga Sayuti Melik. Konsep teks proklamasi ditulis Presiden Soekarno, yang ditandatangani langsung oleh Presiden dan wakil Presiden, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Sehingga, pada waktu pagi hari, bertepatan dengan bulan puasa 17 Agustus 1945, bertempat di rumah Soekarno, yang ada di jalan Pegangsaan Timur 56 dilaksankan acara Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI pertama kali sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan isi teks proklamasi seperti berikut ini:

asli-teks-proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini, menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l. diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Jika melihat teks asli Proklamasi ditulis dengan tahun angka 05, karena waktu itu disesuaikan dengan tahun dari negara Jepang, yaitu tahun 2605. Akan tetapi untuk yang biasa kita pakai sangat berbeda, yaitu :

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan, dll diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia,