Forum RT/RW Kumpulkan 600 Ribu KTP Tolak Ahok?

09 Agustus 2016 15:46 WIB

u5l9f086

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman

Jurnalteman.com, Jakarta: Dewan Presidium Forum RT/RW DKI Jakarta terus menggalang dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hingga saat ini, kurang dari satu bulan, mereka sudah mengumpulkan 600 ribu KTP.

Sekjen Dewan Presidium Forum RT/RW DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengungkapkan, anggota gerakan terus bertambah. Dia optimistis, penggalangan 3 juta KTP tolak Ahok berhasil.

“Gerakan ini akan terus dilakukan hingga menjelang kampanye,” kata Lukman, sapaan Lukmanul, saat ditemui Metrotvnews.com di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, Selasa (9/8/2016).

Lukman menjelaskan, bentuk penggalangan KTP dilakukan dengan menjual kaos dan menyebarkan formulir tolak Ahok. Cara ini cukup jitu menarik perhatian masyarakat.

hvgnkaxp

Sekjen Dewan Presidium Forum RT/RW DKI Jakarta Lukmanul Hakim. Foto: MTVN/Wanda Indana

Menurut Lukman, Ahok cukup memimpin Jakarta sampai 2017. Kepemimpinan Ahok tidak patut dicontoh karena kerab berkata kotor, tidak prorakyat miskin, dan terlalu membela pengembang atau swasta. Banyak warga miskin menderita akibat dampak penggusuran.

“Terus terang saja, warga miskin yang digusur hidupnya makin susah. Harus membayar sewa, air bersih susah, akses ke tempat kerja jauh, bahkan ada yang kehilangan pekerjaan,” ungkap dia.

Sementara kebijakan Ahok yang menyangkut kepentingan pengembang terus dibela, seperti kebijakan reklamasi. Lukman bilang, Ahok sampai mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) agar pengembang tetap bisa memiliki kesempatan untuk menggarap proyek reklamasi.

“Kenapa warga miskin tidak dibuatkan Pergub agar bisa hidup layak? Menggusur dengan alasan berada di atas tanah negara, itu juga masih menuai perdebatan hukum. Jika ada warga berada di atas negara selama puluhan tahun tidak ada komplain, warga berhak atas tanah itu. Jika tidak, warga juga punya hak ganti rugi,” tegas Lukman.