Jurnal Harian

Ahok Minta tak Dipaksa Cuti

08 Agustus 2016 13:42 WIB

Ahok Minta tak Dipaksa Cuti

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Punama — ANT/Yudhi Mahatma

Jurnalteman.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan dirinya tak menentang calon petahana cuti kampanye. Namun, pria yang karib disapa Ahok ini meminta agar calon petahana tidak dipaksa cuti.

“Kalau Anda mau kampanye, wajib cuti. Enggak masalah. Tetapi, jangan memaksa orang cuti kalau dia tidak mau kampanye,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Ahok mengakui, dirinya adalah salah satu orang yang mendorong pejabat cuti kampanye pada masa lalu. Mantan Bupati Belitung Timur ini mencontohkan sejumlah kepala daerah petahana yang ia dorong untuk cuti, yaitu Presiden Joko Widodo dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany Wardana.

“Saya konsisten. Tapi jangan dibolak-balik. Kalau mau kampanye, ya cuti aja sekalian. Jangan balik lagi on off on off,” terang Ahok.

Sewaktu Ahok menjadi Bupati di Belitung Timur, Ahok berhenti dari jabatannya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Bangka Belitung. Hal serupa dia lakukan saat menjadi anggota DPR. Karenannya, Ahok membantah tak ingin cuti karena takut kehilangan jabatan.

“Santai saja aku,” ujar dia.

Menurut Ahok, dirinya hanya tak sepakat dengan kata pemaksaan. Karena itu, dia meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk merubah tafsiran Undang-undang Nomor 10 Tahun 2015 soal Pilkada, agar calon petahana tidak dipaksa cuti. Namun, bagi yang ingin cuti dipersilahkan.

“UU kan konstitusi, juga menjamin saya untuk menjaga anggaran,” tandas Ahok.